Heatstroke Mengintai, Yuk Cegah Dengan Lakukan Ini

By Author
Heatstroke mengintai
Heatstroke mengintai

Cuaca ekstrem melanda banyak wilayah di dunia, seperti panas dan dingin di luar batas normal yang terjadi akibat dampak dari perubahan iklim. Perubahan cuaca yang ekstrem ini dapat mempengaruhi kesehatan anak. Bahkan karena suhu yang terlampau tinggi ini dapat membuat si Kecil mengalami heatstroke.

Kerentanan anak terhadap dampak perubahan iklim ini lebih besar dari orang dewasa. Bahkan yang paling fatal, cuaca ekstrem ini bisa menyebabkan kematian mendadak pada bayi. Dokter spesialis anak yang juga Ketua Satgas Bencana Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Kurniawan Taufiq Khadafi mengatakan kematian mendadak bisa terjadi pada bayi yang terpapar cuaca ekstrem, terutama bayi di usia 0-7 hari.

Baca Juga  Memandikan si Kecil, Ternyata Jadi Cara Terbaik Ayah Lakukan Bonding dengan Anak

Hal ini bisa terjadi, sebab pengatur suhu yang ada di otak bayi belum berfungsi dengan baik. Maka saat bayi terpapar cuaca ekstrem, terutama saat terjadi perubahan suhu, misal dari suhu dingin ke suhu yang sangat panas dalam waktu cepat, bisa menyebabkan kematian.

Baru-baru ini dikabarkan kumparanmom cuaca panas ekstrem ini berdampak pada bayi berusia 1 tahun 7 bulan di Malaysia yang meninggal dunia akibat heatstroke. Sebelumnya anak berusia 11 tahun di Malaysia juga meninggal karena kondisi serupa.

Karena panas ekstrem ini juga terjadi di Indonesia maka sudah sewajarnya jika kita sebagai orang tua untuk waspada agar jangan sampai anak-anak kita mengalami kejadian tersebut. Selain itu, Ayah dan Bunda juga perlu untuk mengetahui gejala-gejala heatstroke, agar jika si Kecil mungkin mengalaminya dapat segera ditangani.

Baca Juga  Kejam! Siswi SD Diculik Lalu Diperkosa Hingga Dijual Kepada 20 Lelaki, Ajarkan 3 Hal Ini Pada Anak

Apa itu Heatstroke?

Heatstroke merupakan sebuah kondisi di mana suhu tubuh tinggi hingga mencapai 40º C bahkan lebih saat cuaca sedang panas tinggi. Menurut informasi dari Webmd, kondisi ini termasuk darurat medis. Hal itu karena heatstroke ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan organ dalam lainnya, bahkan juga bisa menyebabkan kematian.

Penderita mengalaminya ketika terlalu lama berada di tempat dengan suhu yang terlalu tinggi, dan biasanya juga dikombinasikan dengan dehidrasi. Akibatnya tubuh akan mengalami kegagalan sistem kontrol tubuh.

Biasanya orang yang mengalami heatstroke ini akan mengalami beberapa gejala seperti pusing, kulit merah dan kering, kurang berkeringat meskipun panas, mual muntah, detak jantung cepat, pernapasan cepat dan pendek, perubahan perilaku seperti disorientasi bahkan hingga pingsan atau kehilangan kesadaran.

Baca Juga  Yuk Ketahui 8 Makanan Khas Lebaran di Indonesia!
TAGGED: