Si Kecil Harus Tahu! Sejarah Idul Adha dan Asal Usul Turunnya Perintah Berkurban

By Lafa Zidan Alfaini
Si Kecil Harus Tahu! Sejarah idul Adha dan Asal Usul Turunnya Perintah Berkurban
Si Kecil Harus Tahu! Sejarah idul Adha dan Asal Usul Turunnya Perintah Berkurban

hallobunda.co – Umat Islam di seluruh dunia tengah merayakan hari spesial yang ditunggu-tunggu yakni Idul Adha.

Bagi Ayah dan Bunda yang Muslim, memberitahukan sejarah dan asal-usul adanya hari raya Idul Adha merupakan sebuah hal yang penting.

Si kecil harus dididik sedini mungkin untuk mempelajari sejarah dan asal-usul adanya hari raya Idul Adha. Ini merupakan cara menanamkan pendidikan agama sejak dini.

Mengajarkan ilmu agama perlu dilakukan dengan menyenangkan, agar si Kecil tertarik dan tidak bosan untuk mempelajarinya. Maka Ayah dan Bunda perlu untuk melakukan trik khusus.

Umat Muslim akan merayakan Idul Adha setiap tanggal 10 Zulhijah.

Hal ini diwujudkan dengan melakukan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, unta, dan kerbau setelah pulang dari salat hari raya.

Baca Juga  Jangan Anggap Sepele! Ini 8 Gejala Penyakit Empty Sella Syndrome yang Dialami Ruben Onsu

Penyembelihan hewan kurban ini telah diterangkan dalam sebuah riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa menyembelih hewan kurban sebelum salat (Idul Adha) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa menyembelih kurban sesudah salat (Idul Adha) dan dua khutbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan Islam.”

Tak hanya itu saja, hewan kurban juga dapat disembelih pada hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Rasulullah SAW bersabda, “Semua hari Tasyrik adalah waktu menyembelih kurban,” (HR Ahmad).

Sejarah Idul Adha

Sejarah Idul Adha berawal dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS.

Baca Juga  Curiga Si Kecil Susah Makan Karena Alami Sensory Seeker? Ketahui Ini 4 Ciri-cirinya!

Hal ini bersandar pada suatu kisah yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

Ayat yang menerangkan tentang hal ini adalah firman-nya dalam surah AS Saffat ayat 102:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Ketika anak itu sampai pada umur ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”