Apakah Meniup dan Menjulurkan Lidah Membuat Anak Lebih Cepat Bicara?
Belum ada dasar yang cukup kuat untuk menjanjikan hal tersebut. Review sistematis McCauley dan kolega menemukan bukti yang tidak memadai untuk mendukung atau menolak penggunaan nonspeech oral motor exercises untuk meningkatkan hasil bicara. Review lain pada anak dengan developmental speech sound disorders juga menyimpulkan bahwa teknik non-bicara populer, tetapi dukungan evidensinya terbatas. Karena itu, aktivitas meniup atau menggerakkan lidah boleh menjadi permainan bila aman dan disukai anak, tetapi jangan diposisikan sebagai pengganti latihan bicara yang spesifik atau terapi yang memang dibutuhkan.
Contohnya, bila anak sedang belajar bunyi /m/, Bunda lebih fungsional mengajak anak meniru “mmm” sambil bermain makanan pura-pura atau mengatakan “mau”, daripada hanya merapatkan bibir berkali-kali tanpa suara. Bila targetnya minum mandiri, latihan menggunakan cangkir yang sesuai dan pengawasan lebih relevan daripada gerakan lidah terpisah.
Prinsip Aman Sebelum Memulai
- Pilih aktivitas sesuai kemampuan perkembangan anak, bukan berdasarkan usia saja.
- Jangan memasukkan alat, makanan, atau benda kecil ke mulut untuk “melatih” tanpa arahan profesional.
- Aktivitas makan dan minum harus dilakukan dalam posisi stabil dan dengan pengawasan langsung.
- Hentikan bila anak batuk berulang, tersedak, berubah warna, kesulitan bernapas, panik, atau tampak sangat tidak nyaman.
- Jangan memaksa gerakan lidah, bibir, atau rahang. Permainan singkat lebih baik daripada repetisi panjang yang membuat anak menolak.
- Untuk tujuan bicara, selalu hubungkan gerak dengan suara, kata, dan komunikasi nyata.