Tasya pun sampai kebingungan untuk mencari obat anaknya lantaran kehabisan stok di apotek.
Tak habis sampai di situ, anak pertamanya pun ikut menyusul sang adik yang mengalami batuk terlebih dahulu.
Tasya pun semakin panik, lantaran Arrasya terindikasi mengalami alergi yang menyebabkannya tak bisa sekolah selama seminggu.
“Kata dokter gak ada masalah di imunitasnya Arr dan Shanin, tapi emang separah itu udara di Jakarta,” ujar Tasya.
Ibu dua anak itu juga menuturkan gejala yang dialami putrinya antara lain batuk dan pilek tanpa disertai demam.
Shanin juga sempat dibawa ke dokter tiga sampai empat kali untuk mendapat pengobatan.
“Dokternya bilang gini, ‘bu kayaknya ibu harus healing deh, ini bukan tentang imunitas lagi, tapi anak-anak ibu itu alergi, apalagi debu, polusi dengan kondisi sekarang,” curhat Tasya.
“Sampai lah emaknya juga nih suaranya serek, dan kemarin aku ke dokter THT ngantri banget, itu karena memang sebegitu berdampaknya polusi dan udara kotor di Jakarta,” sambungnya.
Kini untuk menjaga kondisi kesehatan dua anak tercintanya, Tasya menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dalam ruangan dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Selain itu, Tasya juga memastikan asupan makanan untuk anak-anaknya sehat dan baik untuk tubuh.
“Dijagalah ya kalau misalkan sekarang keadaannya alergi pasti imunitasnya ikut turun, jadi dijaga supaya nggak kena penyakit lainnya,” pungkasnya.
Bunda juga pasti penasaran kan? Penyakit apa saja yang akan muncul akibat polusi udara.
4 Jenis Penyakit yang Muncul Akibat Polusi Udara

Dikutip dari situs nrdc.org, polusi udara merupakan salah satu masalah besar untuk kesehatan manusia dan lingkungan.
Bahkan, ada anggapan bahwa polusi udara di luar ruangan merupakan penyebab kanker.
Tetapi, kanker bukan satu-satunya penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh polusi udara.
Berikut beberapa dampak dari polusi udara terhadap kesehatan manusia, di antaranya: