1. Nyeri Payudara
Selama PMS, pembengkakan dan nyeri payudara dapat terjadi pada paruh kedua siklus menstruasi.
Rasa nyeri berkisar dari ringan hingga parah, dan biasanya paling parah sebelum menstruasi. Perempuan di masa subur cenderung mengalami gejala yang lebih parah.
Jaringan payudara mungkin terasa bergelombang dan padat, terutama di bagian luar.
Bunda mungkin merasakan payudara penuh dengan nyeri tekan dan nyeri tumpul yang berat.
Rasa sakitnya sering kali membaik selama atau setelah menstruasi, karena kadar progesteron Bunda menurun.
Jika tanda kehamilan, payudara Bunda selama awal kehamilan mungkin terasa sakit, sensitif, atau lembut saat disentuh.
Payudara mungkin juga terasa penuh dan berat, rasa nyeri dan bengkak ini biasanya terjadi satu hingga dua minggu setelah Bunda hamil, dan dapat berlangsung selama beberapa waktu seiring dengan meningkatnya kadar progesteron akibat kehamilan.
2. Pendarahan
Selama PMS, biasanya Bunda tak akan mengalami pendarahan atau bercak jika hal itu merupakan tanda sebelum menstruasi.
Saat Bunda sedang menstruasi, aliran darahnya akan lebih deras dan dapat bertahan hingga seminggu.
Jika kehamilan, sebagian perempuan salah satu tanda awal kehamilan yakni adanya pendarahan ringan pada vagina atau bercak yang biasanya berawarna merah atau cokelat tua.
Hal ini biasanya terjadi 10 hingga 14 hari setelah pembuahan dan biasanya sedikit sehingga pembalut atau tampon tidak penuh.
Bercak biasanya hanya berlangsung satu atau dua hari, jadi lebih pendek dari periode normal.