HALLOBUNDA.CO – Menjelang anak masuk sekolah, pertanyaan yang sering muncul adalah: “Apakah si Kecil sudah siap?” Tidak sedikit orang tua menjadikan kemampuan membaca atau berhitung sebagai patokan utama. Padahal, kesiapan sekolah merupakan kemampuan yang lebih luas dan berkembang bertahap.
Riset tentang school readiness menunjukkan bahwa fungsi eksekutif, termasuk memori kerja dan kontrol inhibisi, berkaitan dengan kesiapan akademik. Kesiapan sosial-emosional juga berhubungan dengan kesiapan akademik. Artinya, anak membutuhkan lebih dari pengetahuan awal: ia perlu mampu memperhatikan, mengikuti arahan, berkomunikasi, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan belajar.
Kesiapan Sekolah Bukan Tes “Bisa atau Belum Bisa”
Setiap anak berkembang dengan ritme berbeda. Karena itu, enam tanda berikut sebaiknya dipakai sebagai bahan observasi, bukan daftar kelulusan. Bunda dapat melihat pola kemampuan anak dalam aktivitas sehari-hari dan berdiskusi dengan guru PAUD/TK bila ada hal yang perlu diperkuat.
1. Mampu mengikuti instruksi sederhana
Anak mulai dapat mendengar arahan satu atau dua langkah, mengingat apa yang perlu dilakukan, lalu menyelesaikannya. Kemampuan ini berkaitan dengan perhatian dan memori kerja yang penting saat mengikuti kegiatan kelas.
2. Bisa bertahan pada aktivitas sesuai kemampuannya
Anak tidak harus duduk diam lama. Yang lebih penting, ia mulai mampu kembali ke tugas setelah terdistraksi, menyelesaikan permainan sederhana, atau mendengarkan cerita sampai bagian tertentu.
3. Dapat menyampaikan kebutuhan dengan cukup jelas
Kesiapan bahasa membantu anak bertanya, menjawab, menceritakan pengalaman, serta memberi tahu guru ketika membutuhkan bantuan, ingin ke toilet, atau merasa tidak nyaman.
4. Mulai mampu mengelola emosi dan transisi
Anak mungkin tetap sedih saat berpisah atau kecewa ketika kalah. Kesiapan terlihat ketika ia perlahan dapat ditenangkan, menerima bantuan, dan kembali mengikuti kegiatan.