Dari Satu Kata Jadi Banyak Cerita: Cara Mendukung Kata Pertama dan Kosakata Anak

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
Ibu mendukung kata pertama dan perkembangan kosakata anak melalui percakapan saat bermain
Ibu mendukung kata pertama dan perkembangan kosakata anak melalui percakapan saat bermain

HALLOBUNDA.CO – “Mama”, “mau”, “bola”, atau satu suku kata yang hanya dipahami keluarga sering menjadi awal yang sangat dinanti. Namun kata pertama bukan sekadar bunyi lucu yang berhasil diucapkan. Di baliknya, anak sedang menghubungkan suara dengan orang, benda, tindakan, dan kebutuhan. Setelah satu kata muncul, kosakata biasanya bertumbuh sedikit demi sedikit melalui pengalaman yang berulang dan bermakna. Karena itu, mendukung kata pertama dan kosakata anak bukan tentang menghafalkan daftar kata, melainkan membangun interaksi yang membuat bahasa terasa berguna dan menyenangkan.

Kapan Kata Pertama Anak Biasanya Mulai Muncul?

Perkembangan bahasa memiliki rentang yang cukup luas. CDC mencantumkan bahwa pada usia 15 bulan, sebagian besar anak mencoba mengatakan satu atau dua kata selain “mama” atau “dada”. Pada usia 18 bulan, sebagian besar anak mencoba mengucapkan tiga kata atau lebih selain kedua kata tersebut. Sementara pada usia 2 tahun, banyak anak sudah menggabungkan setidaknya dua kata, misalnya “mau susu”. Milestone ini adalah alat pemantauan, bukan batas kaku yang harus dipenuhi semua anak pada hari yang sama.

Baca Juga  7 Kebiasaan Pagi agar Anak Lebih Fokus dan Siap Belajar

NIDCD menjelaskan bahwa komunikasi berkembang jauh sebelum kata pertama muncul. Bayi belajar mengenali suara penting, memperhatikan pola bunyi bahasa, menggunakan tangisan, tatapan, gestur, dan ocehan untuk berinteraksi. Jadi, ketika Bunda menunggu kata pertama, perhatikan juga apakah anak menoleh saat dipanggil, menunjuk, meniru suara, memahami kata familiar, dan berusaha berbagi perhatian.

Apa yang Bisa Dianggap sebagai Kata Pertama?

Kata pertama tidak harus terdengar sempurna seperti ucapan orang dewasa. “Ba” yang digunakan konsisten untuk bola atau “num” untuk minum dapat dihitung sebagai kata bermakna jika anak menggunakannya dengan maksud yang sama. Gestur dan konteks membantu orang tua memahami arti ucapan tersebut. Yang penting adalah adanya hubungan yang konsisten antara bunyi dan makna, bukan pelafalan yang langsung jelas.

Baca Juga  Bunda dan Ayah Berbeda Pendapat soal Anak? Ini Solusinya

Mengapa Kosakata Anak Bertumbuh Lewat Pengalaman?

Anak belajar kata ketika mendengarnya dalam konteks yang dapat dipahami. Kata “sendok” lebih mudah bermakna saat Bunda menyebutkannya sambil menunjukkan sendok, memakainya, dan mengulangnya dalam rutinitas makan. ASHA merekomendasikan orang tua mengenalkan kata baru dan menjelaskan artinya melalui penggunaan yang relevan. Dengan cara ini, anak bukan hanya mendengar bunyi, tetapi juga memahami fungsi dan hubungan antarkata.

Share this Article
Reading: Dari Satu Kata Jadi Banyak Cerita: Cara Mendukung Kata Pertama dan Kosakata Anak