HALLOBUNDA.CO – Setelah seharian bermain dan belajar, anak membutuhkan waktu untuk beristirahat. Namun, tidur bukan sekadar jeda dari aktivitas. Kajian ilmiah menunjukkan adanya hubungan antara tidur, perkembangan otak, proses belajar, dan memori pada masa kanak-kanak.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga mencatat bahwa tidur yang tidak mencukupi berkaitan dengan masalah perhatian, perilaku, belajar, dan memori. Karena itu, membangun kebiasaan tidur yang sehat dapat menjadi bagian sederhana dari upaya orang tua mendukung perkembangan kognitif anak.
Mengapa Tidur Berkaitan dengan Memori Anak?
Saat anak mempelajari kata baru, aturan permainan, atau pengalaman di sekolah, otak perlu memproses informasi tersebut. Kajian tentang sleep-dependent learning menunjukkan bahwa tidur berperan dalam konsolidasi memori, yaitu proses ketika pengalaman belajar menjadi lebih stabil. Efeknya dapat berbeda menurut usia dan jenis pembelajaran, sehingga tidur sebaiknya dipandang sebagai salah satu fondasi belajar, bukan “trik” untuk membuat anak langsung lebih pintar.
7 Kebiasaan Tidur yang Dapat Mendukung Memori Anak
1. Pertahankan waktu tidur dan bangun yang konsisten
Jadwal yang relatif teratur membantu tubuh mengenali waktu istirahat. CDC melaporkan bahwa rutinitas waktu tidur merupakan bagian penting dari kebiasaan tidur sehat anak.
2. Buat transisi malam yang tenang
Kurangi aktivitas yang terlalu merangsang menjelang tidur. Mandi, merapikan mainan, atau percakapan singkat dapat menjadi sinyal bahwa hari mulai selesai.
3. Jadikan membaca sebagai ritual sebelum tidur
Membaca buku bersama memberi kesempatan anak memproses bahasa dan pengalaman dalam suasana tenang. Pilih cerita singkat agar ritual tidak membuat waktu tidur semakin mundur.
4. Kurangi layar menjelang tidur
Ponsel, televisi, atau permainan dapat membuat rutinitas malam sulit berhenti. Tetapkan batas yang realistis dan konsisten agar transisi menuju tidur lebih mudah.