3 Pertimbangan Menyekolahkan Anak Sejak Dini

Berikut ada beberapa pertimbangan bagi Bunda dan Ayah untuk menyekolahkan sang buah hati sejak dini, di antaranya:
1. Disesuaikan dengan Kebutuhan Anak
Menyekolahkan anak sejak usia dini, terlebih di bawah tiga tahun harus dengan pendampingan program khusus dan pendampingan pendidik harus disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Pendidikan anak usia dini wajib dimulai sejak bayi, di mana stimulasi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dimulai dari komunitas keluarga.
Namun, jika pertanyaannya, apakah anak bayi wajib distimulasi dengan program khusus dan bantuan dari tenaga pendidik lainnya maka jawabannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan dari anak dan juga lingkungan utamanya.
2. Rutinitas Terarah saat Orang Tua Bekerja
Apabila anak tidak memiliki rutinitas terarah dalam keseharian saat orang tua bekerja maka sekolah sejak bayi menjadi opsi yang tepat untuk optimalkan tumbuh kembang anak.
Jika Bunda dan Ayah bekerja kemudian anak diasuh dengan bantuan kakek nenek atau pengasuh lainnya serta tidak memiliki rutinitas yang terarah maka sekolah sejak bayi dapat dilakukan dengan tujuan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
3. Penuhi Kebutuhan Sosialisasi Sejak Bayi
Apabila orang tua dengan anak bayi sudah memahami bahwa kebutuhan anak bersekolah itu penting maka anak wajib untuk disekolahkan untuk memenuhi kebutuhan bersosialisasinya.
Kebutuhan sosialisasi ini semakin disadari oleh para orangtua dari generasi milenial yang bekerja dan atau memang membutuhkan mitra.
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan untuk bersosialisasi dengan teman sebaya juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan untuk “bersekolah.
Tidak hanya orang tua yang bekerja penuh waktu (full time), orangtua yang membutuhkan mitra untuk tumbuh kembang pun juga bisa menyekolahkan anak sejak dini.***