2. Ciptakan Ritual Harian
Buat momen sederhana tiap pagi atau sebelum tidur:
-
Saling menyebutkan 3 hal kecil yang mereka syukuri hari ini.
-
Buat “kotak syukur” yang diisi catatan berwarna bergambar dari anak tentang hal yang menyenangkan.
Metode ini mirip gratitude journal ala psikologi positif hanya dengan 3 hal sederhana sudah terbukti meningkatkan kewaspadaan emosional anak.
3. Libatkan Anak dalam Kebaikan
Ajak anak membantu orang lain—donasi, berbagi dengan hewan terlantar, atau membantu tetangga. Kegiatan nyata ini membangun empati dan menjembatani rasa syukur atas hal yang mereka miliki .
4. Gunakan Momen Emosi
Saat anak merasa kecewa atau sedih, ajak ngobrol:
-
“Apa sih yang masih membuatmu bisa bersyukur hari ini?”
-
“Siapa sosok yang baik padamu hari ini?”
Dialog sederhana ini membantu anak memahami bahwa syukur bisa muncul walau suasana hati sedang tidak baik.
Manfaat Jangka Panjang
| Manfaat | Penjelasan |
|---|---|
| Kesejahteraan Emosional | Rasa syukur membuat anak merasa lebih bahagia, sabar, dan kurang cemas |
| Hubungan Sosial yang Hangat | Anak lebih menghargai orang lain dan menghormati usaha mereka |
| Karakter Positif & Resilient | Syukur membantu membangun empati, optimisme, dan rasa berterima kasih terhadap hidupnya |
Tips agar Rasa Syukur Terus Tumbuh
-
Konsisten, tapi fleksibel: ritual harian bisa berubah sesuai usia atau kondisi anak.
-
Lewat cerita dan buku: pilih buku anak yang mengangkat tema syukur dan berbagi.
-
Ekspresikan dalam bentuk kreatif: ajak mereka menggambar atau menulis ucapan terima kasih untuk siapa saja.
-
Rayakan momen syukur: misalnya setelah pesta ulang tahun, anak bisa ucapkan syukur melalui video singkat atau kartu yang dibuat sendiri.