Jepang adalah satu-satunya negara yang memiliki kurang dari satu dari lima anak (5-19 tahun) yang kelebihan berat badan.
Jepang menduduki peringkat paling bawah dengan perolehan indeks frekuensi penyakit sebesar 14, 42.
Angka ini merupakan jumlah yang sangat sedikit karena negara ini memiliki total kasus penyakit yang tergolong rendah.
4 Cara Bunda di Jepang Menjaga Agar si Kecil Tumbuh Sehat

Dikutip dari laman CNBC Make It juga, berikut pengakuan salah seorang bunda di Jepang dalam menjaga anak tetap sehat dan bugar:
1. Senantiasa Menyantap Gizi Seimbang
Dokter-dokter di Jepang sering menganjurkan para ibu hamil untuk senantiasa menerapkan gaya makan yang seimbang atau ichijū-sansai.
Makanan ichijū-sansai ini terdiri dari semangkuk nasi dan sup miso, lauk kaya protein, dan dua jenis sayuran (seperti rumput laut atau jamur).
Perpaduan menu makanan ini mengandung vitamin, mineral, dan serat yang cukup.
Nah, rutinitas menyantap menu sehat ini pun diwariskan kepada anak-anak mereka, Bunda.
Sebagaimana pemerintah Jepang membuat regulasi di tahun 2005, anak-anak diwajibkan untuk mengonsumsi makanan gizi seimbang dengan prinsip shokuiku.
2. Bawa Bekal Dari Rumah untuk Didiskusikan
Sekolah di Jepang menerapkan layanan makan siang gratis untuk para muridnya. Menu makanan yang disajikan ini sudah melalui proses hitungan gizi oleh ahli gizi, Bunda.
Meskipun begitu, sekolah akan menyuruh anak-anak untuk membawa bekal dari rumah di beberapa kesempatan hari sekolah.
Hal ini dilakukan untuk proses diskusi di antara anak-anak. Para guru akan meminta murid untuk membicarakan apa yang dibawa dalam kotak bekal.