Anak Paham Instruksi tapi Belum Bicara? Ini Penjelasan dan Cara Menstimulasinya

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
anak memahami instruksi ibu tetapi belum banyak berbicara
Anak memahami instruksi ibu tetapi belum banyak berbicara
cara menstimulasi bahasa ekspresif anak.
Cara menstimulasi bahasa ekspresif anak

7 Cara Menstimulasi Bahasa Ekspresif di Rumah

1. Beri jeda sebelum membantu

Saat anak menginginkan sesuatu, tunggu beberapa detik sebelum langsung memberikannya. Tunjukkan bahwa Bunda siap mendengarkan. Anak boleh merespons dengan tatapan, gestur, bunyi, atau kata. Jeda memberi kesempatan kepadanya untuk memulai komunikasi tanpa tekanan.

2. Gunakan pilihan sederhana

Tawarkan dua pilihan nyata, misalnya “Mau pisang atau roti?” sambil menunjukkan keduanya. Pertanyaan pilihan lebih mudah diproses daripada pertanyaan yang terlalu terbuka. Terima respons anak, kemudian modelkan kata yang tepat: “Pisang, ya. Bunda ambil pisang.”

Baca Juga  Pengasuh Ceroboh, Bayi Tewas Usai Jatuh Dari Gendongan, Begini 5 Cara Gendong yang Benar

3. Perluas ucapan anak satu tingkat

Jika anak berkata “mobil”, Bunda dapat menambahkan “mobil merah” atau “mobil jalan”. Jika ia hanya menunjuk, sebutkan kata yang mewakili maksudnya. Teknik ini memberikan contoh kalimat sedikit lebih panjang tanpa meminta anak mengulang secara paksa.

4. Narasikan aktivitas sehari-hari

Gunakan kalimat pendek saat mandi, makan, memakai pakaian, atau membereskan mainan. Contohnya, “Air hangat”, “Baju masuk”, atau “Kita cuci tangan”. Bahasa yang terkait langsung dengan pengalaman lebih mudah dipahami dan digunakan kembali.

5. Ikuti minat anak saat bermain

Masuklah ke permainan yang sedang menarik perhatiannya, lalu tambahkan kata yang relevan. Jika anak bermain kereta, gunakan kata “jalan”, “berhenti”, “cepat”, “panjang”, atau “masuk”. Interaksi berbasis minat biasanya menghasilkan lebih banyak kesempatan komunikasi daripada aktivitas yang sepenuhnya diarahkan orang dewasa.

Baca Juga  Bisakah Anak Speech Delay Akibat Orang Tua sering Bertengkar?

6. Baca buku secara interaktif

Tidak perlu membaca semua kalimat. Tunjuk gambar, beri komentar, tirukan suara, dan ajukan pertanyaan yang dapat dijawab dengan menunjuk atau satu kata. Berhenti pada bagian yang familiar agar anak memiliki kesempatan melengkapi bunyi atau kata.

7. Tanggapi semua bentuk komunikasi

Tatapan, menunjuk, menarik tangan, bunyi, dan ekspresi wajah adalah bagian dari komunikasi. Tanggapi maksud anak sambil memberikan model bahasa. Respons yang konsisten membantu anak memahami bahwa komunikasi efektif dan menyenangkan, lalu secara bertahap membuka peluang penggunaan kata.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Hindari meminta anak mengulang kata berkali-kali, menguji dengan pertanyaan terus-menerus, membandingkan dengan saudara, atau berpura-pura tidak mengerti semua gesturnya agar ia terpaksa bicara. Tekanan dapat membuat anak frustrasi dan mengurangi keinginan berkomunikasi. Kurangi pula paparan layar yang menggantikan interaksi, karena anak belajar bahasa terutama melalui pertukaran dua arah dengan manusia.

Baca Juga  Pernah Cabut Gigi Anak Menggunakan Benang? Ternyata Ini 5 Bahayanya

Kapan Perlu Berkonsultasi?

Konsultasikan perkembangan anak jika jumlah kata atau kemampuan menggabungkan kata tampak jauh tertinggal, tidak ada kemajuan selama beberapa bulan, ucapan sangat sulit dipahami, anak jarang menggunakan gestur, tidak merespons suara atau nama secara konsisten, sulit berinteraksi dua arah, atau kehilangan kata dan kemampuan yang pernah dimiliki. Kekhawatiran orang tua sendiri merupakan alasan yang cukup untuk meminta skrining perkembangan.

Pemeriksaan pendengaran penting karena anak dapat terlihat memahami konteks atau rutinitas meskipun tidak mendengar semua bunyi dengan jelas. Dokter anak dapat menilai perkembangan umum dan merujuk ke audiolog atau terapis wicara/speech-language pathologist untuk mengevaluasi pemahaman, ekspresi, bunyi bicara, cara bermain, serta kebutuhan komunikasi anak.

Share this Article
Reading: Anak Paham Instruksi tapi Belum Bicara? Ini Penjelasan dan Cara Menstimulasinya