
7 Cara Menstimulasi Bahasa Ekspresif di Rumah
1. Beri jeda sebelum membantu
Saat anak menginginkan sesuatu, tunggu beberapa detik sebelum langsung memberikannya. Tunjukkan bahwa Bunda siap mendengarkan. Anak boleh merespons dengan tatapan, gestur, bunyi, atau kata. Jeda memberi kesempatan kepadanya untuk memulai komunikasi tanpa tekanan.
2. Gunakan pilihan sederhana
Tawarkan dua pilihan nyata, misalnya “Mau pisang atau roti?” sambil menunjukkan keduanya. Pertanyaan pilihan lebih mudah diproses daripada pertanyaan yang terlalu terbuka. Terima respons anak, kemudian modelkan kata yang tepat: “Pisang, ya. Bunda ambil pisang.”
3. Perluas ucapan anak satu tingkat
Jika anak berkata “mobil”, Bunda dapat menambahkan “mobil merah” atau “mobil jalan”. Jika ia hanya menunjuk, sebutkan kata yang mewakili maksudnya. Teknik ini memberikan contoh kalimat sedikit lebih panjang tanpa meminta anak mengulang secara paksa.
4. Narasikan aktivitas sehari-hari
Gunakan kalimat pendek saat mandi, makan, memakai pakaian, atau membereskan mainan. Contohnya, “Air hangat”, “Baju masuk”, atau “Kita cuci tangan”. Bahasa yang terkait langsung dengan pengalaman lebih mudah dipahami dan digunakan kembali.
5. Ikuti minat anak saat bermain
Masuklah ke permainan yang sedang menarik perhatiannya, lalu tambahkan kata yang relevan. Jika anak bermain kereta, gunakan kata “jalan”, “berhenti”, “cepat”, “panjang”, atau “masuk”. Interaksi berbasis minat biasanya menghasilkan lebih banyak kesempatan komunikasi daripada aktivitas yang sepenuhnya diarahkan orang dewasa.
6. Baca buku secara interaktif
Tidak perlu membaca semua kalimat. Tunjuk gambar, beri komentar, tirukan suara, dan ajukan pertanyaan yang dapat dijawab dengan menunjuk atau satu kata. Berhenti pada bagian yang familiar agar anak memiliki kesempatan melengkapi bunyi atau kata.
7. Tanggapi semua bentuk komunikasi
Tatapan, menunjuk, menarik tangan, bunyi, dan ekspresi wajah adalah bagian dari komunikasi. Tanggapi maksud anak sambil memberikan model bahasa. Respons yang konsisten membantu anak memahami bahwa komunikasi efektif dan menyenangkan, lalu secara bertahap membuka peluang penggunaan kata.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Hindari meminta anak mengulang kata berkali-kali, menguji dengan pertanyaan terus-menerus, membandingkan dengan saudara, atau berpura-pura tidak mengerti semua gesturnya agar ia terpaksa bicara. Tekanan dapat membuat anak frustrasi dan mengurangi keinginan berkomunikasi. Kurangi pula paparan layar yang menggantikan interaksi, karena anak belajar bahasa terutama melalui pertukaran dua arah dengan manusia.
Kapan Perlu Berkonsultasi?
Konsultasikan perkembangan anak jika jumlah kata atau kemampuan menggabungkan kata tampak jauh tertinggal, tidak ada kemajuan selama beberapa bulan, ucapan sangat sulit dipahami, anak jarang menggunakan gestur, tidak merespons suara atau nama secara konsisten, sulit berinteraksi dua arah, atau kehilangan kata dan kemampuan yang pernah dimiliki. Kekhawatiran orang tua sendiri merupakan alasan yang cukup untuk meminta skrining perkembangan.
Pemeriksaan pendengaran penting karena anak dapat terlihat memahami konteks atau rutinitas meskipun tidak mendengar semua bunyi dengan jelas. Dokter anak dapat menilai perkembangan umum dan merujuk ke audiolog atau terapis wicara/speech-language pathologist untuk mengevaluasi pemahaman, ekspresi, bunyi bicara, cara bermain, serta kebutuhan komunikasi anak.