Pihak kepolisian, Kasie Humas Polres Tangsel AKP Agil mengatakan pihak kepolisian sudah menindaklanjuti kasus tersebut.
Dari hasil pengecekan TKP, penganiayaan bermula adanya perang sarung di antara dua kelompok.
“Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengecekan di TKP, keterangan saksi-saksi bahwa kejadian tersebut diawali karena adanya perang sarung antara dua kelompok anak,” ungkap Agil.
“Yang kemudian dari kejadian tersebut korban mengalami luka-luka,” sambungnya.
Tak hanya itu saja, Agil juga mengatakan korban seorang bocah perempuan berinsial N itu saat ini sudah dilakukan visum terhadap luka yang dialami korban.
“Korban inisial N, perempuan, tindak lanjut melakukan visum terhadap luka-luka yang dialami anak korban,” ujar Agil.
Agil juga sudah meminta keterangan korban dan juga orang tuanya, hingga kini pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut.
“Melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap anak korban, melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap anak korban, melakukan pemeriksaan klarifikasi 4 orang saksi-saksi,” ucap Agil.
3 Cara untuk Mencegah Anak Jadi Korban Kekerasan

Berikut ada beberapa cara untuk mencegah anak menjadi korban kekerasan yang bisa Bunda praktekan di rumah agar sang buah hati aman, di antaranya:
1. Berikan Anak Pengetahuan Mengenai Cara Melindungi Diri
Tentunya orangtua tidak bisa mengawasi anak 24 jam setiap hari. Oleh karena itu, inilah saatnya untuk menjelaskan kepada anak bahwa tidak ada seorang pun yang boleh menyentuhnya dengan tidak wajar.
Berikan pemahaman dan ajarkan anak untuk menolak perbuatan apa pun yang dirasa tidak pantas dengan segera berteriak ataupun lari meninggalkan tempat kejadian.
Ajarkan anak mengenai keberanian untuk bersuara, mengungkapkan pendapatnya, berani melawan saat merasa terancam atau tidak menyukai perilaku seseorang.
Keberanian untuk bersuara termasuk ke dalam bentuk perlawanan terhadap kejahatan, karena banyak anak yang hanya diam saat mengalami tindak kekerasan.
Ingatkan juga kepada anak untuk tidak mudah mempercayai orang asing, tak kalah penting buat anak nyaman untuk selalu menceritakan jika sesuatu terjadi pada dirinya.