5. Atur Ekspektasi soal Hubungan Fisik
Jangan terburu-buru. Pulihkan tubuh dan mental dengan tenang. Ketika siap, komunikasikan secara perlahan dan penuh pengertian. Intimasi bukan hanya soal hubungan seksual, tapi juga tentang kenyamanan dan keintiman emosional.
6. Berbagi Tugas Rumah Tangga dan Bayi
Pasangan yang ikut terlibat dalam pengasuhan membuat beban Bunda berkurang. Saat tidak terlalu lelah, Bunda pun punya lebih banyak energi untuk membangun kedekatan.
Apa Kata Ahli?
Dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), menjaga keintiman pasca melahirkan bukan hanya penting untuk hubungan suami-istri, tapi juga berdampak positif pada kesehatan mental ibu dan kestabilan keluarga secara keseluruhan.
Bunda, wajar kok kalau keintiman sedikit berkurang setelah melahirkan. Tapi yang penting, jangan berhenti mencoba untuk saling mendekat.
Hubungan yang hangat antara Bunda dan pasangan bukan hanya baik untuk kalian berdua, tapi juga jadi fondasi yang kuat bagi tumbuh kembang si kecil.
Yuk, mulai dari hal kecil senyum, peluk, dan ngobrol dari hati ke hati. Karena cinta yang dijaga adalah hadiah terbaik untuk keluarga kecil kita.***