Dapat menyebabkan peningkatan kelumpuhan pada otot-otot tubuh, keracunan hal tersebut dapat berakibat fatal.
Meski beracun dan bisa menyebabkan kematian, ikan buntal dapat menjadi hidangan yang aman untuk dikonsumsi dan cukup populer di beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.
Sebagian orang menyukai ikan buntal karena ikan ini tinggi akan protein, rendah kalori, memiliki beberapa vitamin dan mineral, serta rasa yang ringan dan umami.
Di negara-negara tersebut, ikan buntal umumnya disajikan secara mentah. Namun tak jarang juga, ikan buntal dimasak dengan beragam teknik seperti digoreng, dibakar, dipanggang, atau direbus.
Sebagai contoh, ikan buntal dijadikan sebagai campuran dalam hidangan sup, shabu-shabu, hingga dikombinasikan dengan bumbu bulgogi.
Agar ikan buntal aman untuk dikonsumsi, ikan buntal harus dipersiapkan dan dimasak oleh chef yang terlatih dan memiliki kompetensi.
Para chef ini memiliki keterampilan untuk membuang racun dari ikan buntal sehingga ikan tersebut aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, juru masak dan restoran yang menyajikan ikan buntal juga harus berlisensi.
Bagian-Bagian yang Beracun pada Tubuh Ikan Buntal

Tak bisa sembarang orang yang bisa menyajikan ikan buntal atau ikan fugu.
Di negara Sakura, masyarakat setempat yang menyajikan ikan buntal bahkan harus sudah mengantongi sertifikat khsus.
Ada prosedur penyiapan khusus agar racun dalam ikan tidak berbahaya bila masuk ke tubuh.
Salah seorang juru masak profesional di Jepang, Wakisaka Nobuyuki menegaskan jika bagian hati ikan adalah sumber racun paling mematikan.
Orang-orang kerap menggoreng ikan fugu dengan cara yang salah, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kematian.
Bukan hanya bagian hatinya saja, lebih lanjut Chef Wakisaka mengungkapkan bahwa ada organ tubuh lainnya yang juga tak kalah berisiko. Seperti indung telur ikan, otak, mata, serta usus.
Kalau bagian terlarang tersebut termakan, maka kemungkinan besar gejala pertama yang akan dirasakan adalah kelumpuhan saraf.