Oleh karenanya, hampir semua juru masak di Negeri Sakura, harus memiliki lisensi khusus untuk bisa menyajikan ikan fugu atau buntal.
Setidaknya, mereka perlu menjalani ujian tertulis serta praktik agar paham akan cara pengolahan ikan fugu yang aman dikonsumsi.
Selain itu, keracunan dapat pula dipicu karena rasa penasaran akan mencicipi makanan ekstrem tersebut.
Kejadian serupa pun ikut dialami oleh beberapa turis di Tsuruoka, Jepang. Disebut mereka tengah mengonsumsi bagian testis ikan buntal.
Setelah merasa kenyang, efek samping seperti sesak napas pun langsung timbul. Seluruh turis langsung dilarikan ke rumah sakit setempat.
Menurut Takanori Kurokawa, testis ikan buntal biasanya tidak boleh dikonsumsi.
Di Osaka atau Tokyo sendiri, testis ikan tak lazim dikonsumsi. Meski memang rasanya enak dan gurih.
Tetapi, dirinya tidak merekomendasikannya sama sekali. Lantaran bagian ini seharusnya tidak bisa dimakan begitu saja.
Hampir semua kematian terjadi dikarenakan orang-orang tak terampil dalam menyajikan makanan berbahaya ini.
Lantaran terbawa penasaran, mereka pun nekat mencobanya langsung di dapur rumah. Meski begitu, tetap saja, Kurokawa menekankan kalau lisensi khusus itu penting.
Jadi, jangan pernah coba-coba menghidangkan ikan buntal, bila tak tahu cara mengolahnya, ya.