Dikutip dari situs mayoclinic.org, secara alami bentuk tulang belakang setiap orang memang sedikit melengkung, namun bagi para penderita bentuk tulang belakangnya terlalu melengkung.
Sekitar 80% pada kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya atau disebut juga dengan skoliosis idiopatik.
Skoliosis pada awalnya mungkin terlihat ringan dan sulit terdeteksi, namun lekukannya bisa semakin memburuk.
6 Penyebab Skoliosis

Penyebab skoliosis memang belum diketahui, tetapi beberapa hal bisa meningkatkan risiko terjadi maupun memperburuk kondisi tersebut.
Meski menjadi perdebatan, postur tubuh yang buruk akibat sering membawa tas punggung yang berat di satu sisi bahu dan berbaring tengkurap sambil mengerjakan sesuatu.
Bahkan, beberapa penelitian menilai kebiasaan tersebut juga mendorong terjadinya skoliosis.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai berbagai penyebabnya:
1. Cacat Lahir
Penyebabnya yang paling umum adalah cacat dari lahir, kondisi ini terjadi ketika tulang rusuk atau tulang belakang bayi tidak terbentuk dengan baik.
Contoh kondisi cacat lahir adalah spina bifida.
Pada bayi dengan spina bifida, sebagian tang saraf tidak menutup atau berkembang dengan baik sehingga menyebabkan masalah pada sumsum tulang belakang dan tulang belakang.
Dokter biasanya bisa melihat kondisi langka ini saat bayi lahir atau terdeteksi saat anak memasuki usia remaja.
2. Pertambahan Usia
Penyebab umumnya pada orang dewasa adalah usia atau disebut juga skolisosis degeneratif.
Kondisi ini terjadi ketika sendi tulang belakang secara perlahan mulai kaku dan jaringan ototnya menyusut seiring bertambahnya usia.