1. Tunjukkan Contoh Nyata dari Orang Tua
Anak-anak belajar lewat meniru. Jika Bunda dan Ayah menunjukkan sikap empati dalam kehidupan sehari-hari—misalnya membantu tetangga yang sedang kesulitan, berbicara dengan lembut, atau menyimak curhat anak dengan perhatian penuh—maka anak pun akan menirunya.
Jadilah role model yang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap orang lain adalah hal yang penting dan bernilai.
2. Ajak Anak Bicara Tentang Perasaan
Bunda bisa mengajak anak mengenali dan menamai emosinya sendiri.
Misalnya, saat anak marah atau sedih, tanyakan, “Apa yang kamu rasakan sekarang?” atau “Boleh Bunda tahu kenapa kamu sedih?” Dengan mengenali emosinya sendiri, anak juga akan belajar memahami perasaan orang lain.
3. Gunakan Cerita dan Buku Anak Sebagai Alat Belajar
Bacakan buku cerita yang memiliki tokoh dengan konflik emosional atau situasi sosial.
Setelah membaca, ajak anak berdiskusi, “Kira-kira, si tokoh ini sedih nggak ya? Kenapa dia begitu?”.
Buku cerita bisa menjadi media yang menyenangkan untuk menanamkan nilai-nilai empati tanpa menggurui.
4. Dorong Anak untuk Membantu dan Berbagi
Ajak anak membantu adik, merapikan mainan bersama, atau berbagi makanan kecil dengan teman.
Aktivitas seperti ini bisa menumbuhkan rasa peduli dan kebiasaan menolong tanpa pamrih.
Jangan lupa beri pujian saat anak menunjukkan sikap penuh empati.
5. Ajarkan Anak untuk Mendengarkan
Empati tumbuh dari kemampuan mendengarkan dengan penuh perhatian.
Bunda bisa melatih ini dengan bermain peran sederhana atau mengajarkan anak untuk tidak memotong pembicaraan orang lain.
Ajarkan bahwa mendengarkan orang lain adalah bentuk menghargai dan peduli.