4. Kenali Statusnya
Kemudian cari tahu apakah calon babysitter tersebut memiliki anak juga di rumah. Bunda bisa menggali apakah dia bisa bekerja jauh dari anak-anaknya, terutama yang masih berusia kecil.
Sebab, orang tua yang bekerja jauh dari buah hatinya cenderung akan lebih mudah merasa rindu dan mengingat anak mereka.
Dan pastikan juga bila dia siap bekerja dan meninggalkan anak-anaknya di kampung halaman, maka keluarganya juga dapat mendukung.
Saat mengasuh anak majikan, pikirannya di mana, fisik tubuh di mana nggak fokus, jadi anak bisa saja jatuh. Anak Bunda dalam risiko karena banyak pikiran terhadap anaknya sendiri.
5. Kenali Keahliannya
Bunda juga dapat mencari informasi apakah calon babysitter tersebut memiliki sekadar pengalaman melakukan pekerjaan serupa, atau justru telah memiliki sertifikat.
Di sisi lain, tidak ada salahnya bila Bunda mencari pengasuh yang pengalaman kerjanya sudah di beberapa tempat yang berbeda.
Jadi kita lihat dia satu tahun ke atas tidak, durasi kerjanya ada di beberapa tempat.
Jangan di-hire untuk anak newborn tapi pengalaman kerjanya anak balita. Nanti tidak efektif. Bisa tanya majikan-majikan mereka sebelumnya.
6. Kenali Kondisi Kesehatan Mentalnya
Selain itu, penting pula mencari tahu tentang kepribadiannya. Apakah orangnya tertutup, terbuka, atau mudah emosi.
Bunda juga bisa melihat sisi lainnya, seperti seberapa inisiatif dan jujur dalam sehari-hari, atau potensi perilaku buruk yang dapat muncul di kemudian hari.
Dengan begitu, Bunda akan tahu ketika sudah mengasuh si kecil, apa risiko yang akan mungkin muncul. Kemudian cari tahu juga cara komunikasi seperti apa yang efektif bersamanya.***