Maksud dari ayat tersebut, manusia memiliki jiwa empati yang tinggi, bisa dibuktikan dengan berbagi.
Dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs Kids Who Learn, momentum inilah yang perlu diajarkan pada sang buah hati, jadi bukan hanya menahan lapar dan haus saja.
Tapi juga menumbuhkan empati dengan cara berbagi, sedekah kepada sesama manusia.
Tak hanya itu saja, Bunda juga bisa menjelaskan kepada sang buah hati, bahwa Ramadhan adalah bulan istimewa yang bisa digunakan untuk berbuat kebaikan.
Namun, tentunya berikan sang buah hati pemahaman juga bahwa hal ini bukan berarti kita hanya boleh berbuat baik saat Ramadhan saja, sebagai manusia, kita perlu berbuat baik setiap pada sesama.
Selanjutnya, bulan puasa juga merupakan saat yang tepat untuk mendekatkan diri pada Allah.
Untuk mengajarkan hal ini, Bunda bisa mengajak si Kecil dalam kegiatan ibadah saat Ramadhan seperti shalat terawih dan tadarus Al-Quran.
Meski sang buah hati belum bisa mengikuti ibadah tersebut, berikan dirinya kesempatan untuk sekadar melihat Bunda melakukan kegiatan tersebut.
Pasalnya, apa yang telah dilakukan oleh orang tua biasanya juga akan dicontoh anak.
Maka mengikutsertakan sang buah hati dalam kegiatan Ramadhan, secara tidak langsung akan menjadi bahan pembelajaran baginya kelak.
Di Bulan ini Bunda juga dapat menjelaskan pada sang buah hati bahwa sebenarnya puasa juga akan membuat tubuh menjadi sehat.
Ketika tidak makan dan minum, tubuh kita menjadi punya kesempatan untuk mencerna racun yang tersimpan di dalamnya.
Puasa juga dapat melepaskan endorfin yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan mental seseorang.
Bunda bisa mengajak sang buah hati ikut berbuka atau pun sahur bersama, berikan juga kesempatan pada buah hati untuk ikut berpuasa sesuai dengan kemampuannya.