1. Si Kecil Bisa Membuat Mobil Berjalan Secara Tidak Sengaja
Bahaya meninggalkan si Kecil sendiri di dalam mobil yang pertama adalah, risiko mobil bisa berjalan secara tidak sengaja.
Umumnya, anak-anak memang memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi.
Ditambah lagi, di dalam mobil itu sendiri, terdapat begitu banyak alat-alat yang mungkin baru pertama kali mereka lihat, contohnya saja seperti pedal gas, rem tangan, dan masih banyak lagi.
Apabila anak memainkan benda-benda tersebut tanpa sepengetahuan Bunda, besar kemungkinannya mobil bisa berjalan sendiri dan menabrak sesuatu.
Tak hanya di Indonesia, di negara lain pun, sudah terdapat banyak kasus kecelakaan yang disebabkan karena anak membuat mobil yang ia tumpangi berjalan sendiri.
2. Keracunan Karbon Monoksida
Bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil selanjutnya adalah risiko keracunan karbon monoksida.
Ketika mobil dalam keadaan tertutup, maka gas karbon monoksida juga ikut terperangkap, yang sangat berbahaya bagi keselamatan sang anak.
Hal ini bisa berpotensi lebih besar apabila sistem pembuangan mobil justru tidak berfungsi dengan baik.
Umumnya, efek dari keracunan karbon monoksida ini tidak akan langsung terlihat, tetapi akan membuat anak menjadi mengantuk dan lemas secara perlahan hingga pada akhirnya berakibat fatal.
3. Bisa Terjepit Jendela Mobil
Selain gas dan rem tangan, ternyata tombol jendela juga bisa menarik rasa ingin tahu sang buah hati.
Sehingga, hal ini bisa saja memicu anak bermain dengan tombol tersebut dan menganggapnya menyenangkan.
Tetapi, berhati-hatilah! Apabila tidak diawasi, anak justru bisa berisiko terjepit jendela mobil ketika ia menutupnya.
Mungkin dampaknya tidak akan terlalu parah apabila yang terjepit hanya sebatas tangan atau jari. Namun, bagaimana jika yang terjepit adalah leher, tentu bisa berdampak fatal.