Apakah Pregnancy Nose Berbahaya?
Mengalami pregnancy nose saat hamil tidak berbahaya sama sekali, dan hal tersebut hanya sementara.
Pada kebanyakan kasus, hidung bengkak saat hamil bisa sembuh dan kembali ke ukuran normal sekitar enam minggu setelah melahirkan.
Namun, jika pembengkakan terjadi secara mendadak terutama di area tangan dan wajah, hal ini perlu Bunda waspadai.
Bisa jadi, kondisi tersebut mengarah pada gejala pre-eklampsia.
Segera konsultasikan diri ke dokter jika Bunda mengalami pembengkakan mendadak di salah satu atau lebih bagian tubuh selama kehamilan.
Cara Mengatasi Pregnancy Nose
Cara mengatasi pregnancy nose saat hamil harus disesuaikan dengan penyebabnya terlebih dahulu.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami pembengkakan di beberapa area tubuh saat hamil.
Berikut ini beberapa cara mengatasi pembengkakan di area wajah, tangan, dan kaki selama kehamilan yang direkomendasikan oleh dokter:
- Hindari berdiri terlalu lama.
- Jangan terlalu lama berada di luar ruangan saat cuaca sedang panas.
- Berbaring dengan meninggikan kaki.
- Gunakan sepatu yang nyaman dan hindari sepatu hak tinggi.
- Hindari pakaian yang ketat di area pergelangan tangan dan kaki.
- Gunakan kompres dingin pada area yang bengkak.
- Minum air yang cukup.
- Batasi asupan natrium atau garam secara berlebihan.
- Batasi asupan kafein.
- Tingkatkan asupan kalium seperti ubi, pisang, bayam dan kacang-kacang.
- Berbaring miring ke kiri untuk menggerakkan rahim ke vena besar yang mengembalikan darah ke jantung.
- Gunakan stoking penyangga elastis.
Bunda, Jadi mengalami pregnancy nose adalah hal yang normal terjadi sebagai tanda kehamilan, kondisi ini biasanya tidak mengganggu dan bisa hilang dengan sendirinya pasca persalinan.
Namun, jika pembengkakan terjadi secara mendadak dan disertai dengan gejala lain yang mengganggu segera konsultasikan langsung ke dokter segera.
Penting juga bagi Bunda yang saat ini sedang hamil melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan.
Hal ini sangat penting untuk memantau kondisi ibu dan juga janinnya, serta mencegah adanya masalah selama kehamilan.***