HALLOBUNDA.CO – “Mau pakai kaus biru atau kuning?” Pertanyaan sederhana seperti ini ternyata bisa menjadi latihan penting bagi perkembangan kognitif anak. Saat memilih, anak belajar memperhatikan pilihan, membandingkan, mengingat tujuan, lalu menentukan tindakan. Proses tersebut berkaitan dengan fungsi eksekutif dan kemampuan memecahkan masalah yang terus berkembang seiring pengalaman.
Menurut Harvard Center on the Developing Child, melatih anak mengambil keputusan bukan berarti menyerahkan semua kendali. Bunda dan Ayah tetap menentukan batas yang aman, kemudian memberi ruang bagi si Kecil untuk memilih di dalam batas tersebut. Dengan cara ini, anak dapat belajar mandiri tanpa merasa harus menghadapi keputusan yang terlalu besar.
Mengapa Keputusan Kecil Penting untuk Perkembangan Kognitif?
Keputusan sehari-hari memberi kesempatan anak berlatih berpikir sebab-akibat. Ketika memilih membawa botol minum atau menaruhnya di tas, misalnya, anak mulai memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Pengalaman seperti ini juga membantu membangun rasa mampu dan tanggung jawab.
7 Cara Melatih Anak Mengambil Keputusan
1. Mulai dari dua pilihan
Tawarkan dua pilihan yang sama-sama dapat diterima, seperti “mau pisang atau pepaya?” Terlalu banyak pilihan justru dapat membuat anak kewalahan.
2. Pilih keputusan sesuai usia
Anak dapat memilih pakaian, buku cerita, urutan aktivitas, atau camilan sehat. Keputusan tentang keamanan, kesehatan, dan aturan utama tetap menjadi tanggung jawab orang tua.
3. Beri waktu untuk berpikir
Hindari langsung menjawab untuk anak. Beri jeda beberapa detik agar ia belajar mempertimbangkan pilihannya sendiri.
4. Ajak anak menyebutkan alasannya
Tanyakan dengan ringan, “Kenapa pilih yang itu?” Tidak perlu mencari jawaban sempurna; tujuannya membiasakan anak menghubungkan pilihan dengan alasan.