Anak Belajar Memilih: Cara Sederhana Melatih Kemampuan Mengambil Keputusan

Syafaria Hadyandari
5 Min Read
Ibu memberi dua pilihan pakaian kepada anak untuk melatih kemampuan mengambil keputusan.
Ibu memberi dua pilihan pakaian kepada anak untuk melatih kemampuan mengambil keputusan.

HALLOBUNDA.CO“Mau pakai kaus biru atau kuning?” Pertanyaan sederhana seperti ini ternyata bisa menjadi latihan penting bagi perkembangan kognitif anak. Saat memilih, anak belajar memperhatikan pilihan, membandingkan, mengingat tujuan, lalu menentukan tindakan. Proses tersebut berkaitan dengan fungsi eksekutif dan kemampuan memecahkan masalah yang terus berkembang seiring pengalaman.

Menurut Harvard Center on the Developing Child,  melatih anak mengambil keputusan bukan berarti menyerahkan semua kendali. Bunda dan Ayah tetap menentukan batas yang aman, kemudian memberi ruang bagi si Kecil untuk memilih di dalam batas tersebut. Dengan cara ini, anak dapat belajar mandiri tanpa merasa harus menghadapi keputusan yang terlalu besar.

Baca Juga  Nikita Willy Ajak Anaknya Salt Therapy Untuk Jaga Saluran Pernapasan, Tapi Amankah?

Mengapa Keputusan Kecil Penting untuk Perkembangan Kognitif?

Keputusan sehari-hari memberi kesempatan anak berlatih berpikir sebab-akibat. Ketika memilih membawa botol minum atau menaruhnya di tas, misalnya, anak mulai memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Pengalaman seperti ini juga membantu membangun rasa mampu dan tanggung jawab.

7 Cara Melatih Anak Mengambil Keputusan

1. Mulai dari dua pilihan

Tawarkan dua pilihan yang sama-sama dapat diterima, seperti “mau pisang atau pepaya?” Terlalu banyak pilihan justru dapat membuat anak kewalahan.

2. Pilih keputusan sesuai usia

Anak dapat memilih pakaian, buku cerita, urutan aktivitas, atau camilan sehat. Keputusan tentang keamanan, kesehatan, dan aturan utama tetap menjadi tanggung jawab orang tua.

Baca Juga  Beda Gaya, Beda Cara Asuh: Tips Hadapi Anak Introvert & Ekstrovert

3. Beri waktu untuk berpikir

Hindari langsung menjawab untuk anak. Beri jeda beberapa detik agar ia belajar mempertimbangkan pilihannya sendiri.

4. Ajak anak menyebutkan alasannya

Tanyakan dengan ringan, “Kenapa pilih yang itu?” Tidak perlu mencari jawaban sempurna; tujuannya membiasakan anak menghubungkan pilihan dengan alasan.

Share this Article
Reading: Anak Belajar Memilih: Cara Sederhana Melatih Kemampuan Mengambil Keputusan