Tanda Anak Sudah Merasa Aman

-
Menyambut dengan senyuman saat Bunda kembali
-
Bisa bermain sendiri dan kembali mengajak Bunda kalau butuh
-
Menunjukkan emosi tanpa takut dihakimi
-
Mau belajar hal-hal baru karena percaya bahwa Bunda ada saat dibutuhkan
Langkah Membangun Rasa Aman
1. Responsif terhadap Isyarat
Tangkap dan penuhi kebutuhan anak—misalnya memeluk saat ia menangis atau memberikan mainan saat ia bermain sendiri.
2. Konsisten & Terprediksi
Rutinitas pagi–siang–malam membantu anak tahu apa yang akan terjadi, memberi rasa aman dan tenang karena segala sesuatu pasti akan datang dan dihadapi bersama.
3. Sentuhan & Kehadiran penuh
Pelukan hangat, cium kening, pelukan saat menangis—semua ini memberi sinyal: “Bunda ada untukmu.”
4. Mendengarkan dengan Aktif
Saat anak bercerita, tatap mata dan respon dari hati: “Aku dengar kamu sedih ya.”
5. Perlahan Membangun Kemandirian
Biarkan anak mencoba hal sederhana—seperti memakai sepatu sendiri—dan dukung meski ada tumpahan atau kesalahan kecil.
Hindari Reaksi Mengganggu Rasa Aman
-
Menolak hadir di saat anak butuh perhatian
-
Tidak memperhatikan emosi atau kebutuhan esensial mereka
-
Meremehkan ketakutan, “Itu cuma monster imajinasimu”
Semua ini bisa membuat anak merasa diremehkan dan takut untuk terbuka.