Anak Suka Bertanya? 7 Kebiasaan untuk Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Sejak Dini

Syafaria Hadyandari
5 Min Read
Ibu dan anak menanam tanaman bersama untuk mengasah rasa ingin tahu anak.
Ibu dan anak menanam tanaman bersama untuk mengasah rasa ingin tahu anak.

HALLOBUNDA.CO“Bunda, kenapa daun ada garis-garisnya?” Pertanyaan sederhana seperti ini adalah tanda bahwa anak sedang mengamati dunia dan mencoba memahami hubungan sebab-akibat. Menurut Harvard Center on the Developing Child dalam perkembangan kognitif anak, rasa ingin tahu menjadi salah satu pintu masuk untuk belajar: anak memperhatikan, membandingkan, mengingat pengalaman, lalu mencari jawaban melalui pertanyaan atau percobaan.

Mengasah rasa ingin tahu anak bukan berarti orang tua harus selalu memiliki jawaban. Justru, momen terbaik sering muncul ketika Bunda dan Ayah ikut mencari tahu bersama. Yang penting adalah menciptakan suasana aman agar si Kecil merasa pertanyaannya dihargai dan eksplorasinya tetap memiliki batas yang sesuai usia.

Baca Juga  Trend Film dan Lagu Ramah Anak 2026: 7 Filter Cerdas agar Hiburan Jadi Teman Tumbuh Kembang

Mengapa Rasa Ingin Tahu Penting untuk Perkembangan Kognitif?

Rasa ingin tahu membuat anak terdorong mengeksplorasi informasi baru. Ketika anak bertanya “mengapa”, mencoba menyusun balok dengan cara berbeda, atau mengamati serangga di halaman, ia sedang melatih perhatian, pemecahan masalah, bahasa, memori, dan kemampuan membuat hubungan antaride. Pengalaman langsung yang disertai percakapan responsif juga membantu proses belajar terasa lebih bermakna.

7 Kebiasaan untuk Mengasah Rasa Ingin Tahu Anak

1. Sambut pertanyaan sebelum memberi jawaban

Saat anak bertanya, tunjukkan bahwa pertanyaannya menarik. Respons seperti, “Wah, Bunda juga penasaran,” membuat anak merasa aman untuk terus bertanya.

2. Balikkan dengan pertanyaan terbuka

Sesekali tanyakan, “Menurut kamu kenapa bisa begitu?” Pertanyaan terbuka memberi ruang bagi anak untuk menebak, mengingat pengalaman, dan menyusun alasan sederhana.

Baca Juga  7 Kebiasaan Malam yang Mendukung Fokus dan Memori Anak

3. Ajak mengamati lebih dekat

Gunakan benda di sekitar rumah: es yang mencair, bayangan matahari, biji yang tumbuh, atau tekstur buah. Pengamatan konkret membantu anak menghubungkan kata dengan pengalaman.

4. Beri kesempatan mencoba

Jika aman, biarkan anak menguji idenya. Misalnya, benda mana yang mengapung atau bagaimana membuat menara lebih tinggi. Fokus pada proses, bukan jawaban benar secepat mungkin.

Share this Article
Reading: Anak Suka Bertanya? 7 Kebiasaan untuk Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Sejak Dini