Bahwa ada tiga anak yang disebut telah terpapar, namun belum diketahui secara lebih rinci perihal usia hingga jenis kelamin pasien.
Gejala mycoplasma pneumonia berbeda dengan gejala pneumonia khas yang disebabkan oleh bakteri umumnya, seperti Streptococcus dan Haemophilus.
Pasien yang terkena pneumonia biasanya tidak akan mengalami sesak napas yang parah, demam tinggi, dan batuk.
Sebaliknya, mereka yang telah terpapar akan mengalami demam ringan, batuk kering, sesak napas ringan, dan kelelahan.
Infeksi mycoplasma pneumonia mungkin menyerupai infeksi saluran pernapasan atau flu biasa daripada infeksi saluran pernapasan bawah atau pneumonia.
Batuk kering merupakan tanda infeksi yang paling umum terjadi jika sudah terpapar penyakit tersebut.
Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi ini bisa menjadi berbahaya dan merusak jantung atau sistem saraf pusat.
Contoh ganguannya seperti radang sendi, gagal ginjal, anemia hemolitik, masalah telinga langka seperti myringitis bulosa.
4 Cara Mencegah Mycoplasma Pneumonia

Seseorang dapat terinfeksi penyakit tersebut lebih dari satu kali, meskipun belum ada vaksin untuk mencegah infeksi bakteri ini.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran mycoplasma pneumonia, di antaranya:
- Tutupi mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin.
- Masukkan tisu bekas ke dalam keranjang sampah.
- Jika tidak memiliki tisu, batuk atau bersin ke lengan atas atau siku, jangan ke tangan.
- Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air, setidaknya selama 20 detik, jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
Demikian beberapa tips untuk mencegah penyakit tersebut, jangan sampai sang buah hati turut terpapar, ya Bunda!***