HALLOBUNDA.CO – Saat anak menyusun puzzle, membangun menara balok, atau mencari jalan keluar dari maze sederhana, ia sebenarnya sedang berlatih memecahkan masalah. Bagi orang dewasa, kegiatan itu mungkin terlihat seperti bermain biasa. Namun bagi anak, permainan adalah ruang aman untuk mencoba ide, melihat hasilnya, gagal, lalu mencari cara baru.
Problem solving lewat permainan penting untuk mendukung perkembangan kognitif anak. Menurut UNICEF – Learning through Play, kemampuan ini berkaitan dengan cara anak mengamati situasi, mengingat instruksi, memilih strategi, mengendalikan emosi saat gagal, dan mengambil keputusan sederhana. Keterampilan ini tidak muncul dalam satu hari, tetapi tumbuh melalui pengalaman kecil yang dilakukan berulang.
Mengapa Permainan Membantu Anak Belajar Problem Solving?
Ketika bermain, anak tidak hanya menggerakkan tangan atau mengikuti aturan. Ia belajar bertanya, “Kenapa tidak berhasil?”, “Bagian mana yang harus diubah?”, dan “Apa cara lain yang bisa dicoba?” Proses inilah yang melatih fungsi eksekutif, yaitu kemampuan otak untuk fokus, merencanakan, mengingat langkah, dan menyesuaikan strategi.
Permainan juga memberi anak kesempatan untuk belajar tanpa takut salah. Bunda dapat mendampingi dengan pertanyaan terbuka, bukan langsung memberi jawaban. Misalnya, “Menurut kamu, kenapa menaranya jatuh?” atau “Kalau potongan puzzle ini diputar, apakah bisa cocok?” Dengan cara ini, anak merasa dipercaya untuk berpikir.
Baca juga: Cara Anak Gemar Membaca