
5. Gunakan jeda agar anak mendapat giliran
Orang dewasa sering terlalu cepat mengisi keheningan. Setelah berbicara atau bertanya, berhentilah beberapa detik sambil menunjukkan wajah yang menunggu. Jeda memberi anak waktu untuk memproses bahasa dan menyusun respons. Respons tidak harus berupa kata; tatapan, gerakan, atau suara tetap dapat ditanggapi sebagai bagian dari percakapan.
6. Nyanyikan lagu pendek dan beri bagian yang hilang
Pilih lagu yang sangat dikenal, nyanyikan perlahan, lalu berhenti sebelum kata terakhir. Anak mungkin melengkapi dengan suara, gerak, atau kata. Aktivitas ini melatih perhatian terhadap pola bunyi dan giliran komunikasi. Hindari memaksa jika anak sedang lelah; orang tua dapat melanjutkan lagu sambil tetap tersenyum.
7. Tutup dengan kalimat berulang yang bermakna
Akhiri malam dengan rangkaian kalimat yang hampir sama setiap hari, misalnya “Selamat malam. Hari ini kita sudah bermain. Besok kita bertemu lagi setelah bangun.” Anak belajar kata tentang waktu, perasaan, dan hubungan. Untuk anak yang lebih besar, minta ia menyebut satu hal yang disukai hari ini atau satu rencana sederhana untuk besok.
Cara Menyesuaikan dengan Usia dan Kemampuan Anak
Untuk anak yang belum banyak berkata, fokuskan stimulasi pada gestur, tatapan, peniruan bunyi, dan satu kata yang relevan. Untuk anak yang mulai menggabungkan kata, tambahkan satu unsur pada ucapannya. Bila anak berkata “baca buku”, orang tua dapat menjawab “baca buku kucing”. Untuk anak prasekolah, gunakan pertanyaan tentang sebab, perasaan, dan urutan cerita. Prinsipnya adalah memberi model sedikit di atas kemampuan anak tanpa menuntut kesempurnaan.
Hindari Menjadikan Waktu Tidur sebagai Sesi Tes
Jangan mengoreksi setiap pengucapan, mengulang pertanyaan ketika anak belum menjawab, membandingkan dengan saudara, atau meminta anak menyebut banyak kartu sebelum tidur. Anak yang lelah dapat lebih sulit memproses bahasa. Jika ia tidak ingin menjawab, tetap berikan komentar yang hangat. Tujuan rutinitas adalah menjaga komunikasi tetap aman dan menyenangkan.
Kapan Orang Tua Perlu Mencari Bantuan?
Milestone membantu memantau perkembangan, bukan menetapkan diagnosis. CDC mencatat bahwa pada sekitar usia 2 tahun, banyak anak sudah mulai menggabungkan setidaknya dua kata dan menunjuk bagian tubuh ketika diminta. Pada sekitar usia 30 bulan, banyak anak menggunakan kurang lebih 50 kata dan menggabungkan dua kata atau lebih dengan kata kerja. Bila anak tidak mencapai keterampilan yang diharapkan, kehilangan kemampuan yang pernah dimiliki, tampak tidak merespons suara, sulit memahami bahasa sederhana, atau orang tua tetap khawatir, bicarakan dengan dokter anak.
NIDCD menekankan bahwa gangguan pendengaran dapat memengaruhi perkembangan suara, bicara, dan bahasa. Evaluasi dapat melibatkan dokter anak, audiolog, dan terapis wicara atau speech-language pathologist. Mencari bantuan lebih awal bukan berarti memberi label, melainkan memastikan anak memperoleh dukungan yang sesuai.