Singkatnya, semakin muda seseorang perempuan menjalani sterilisasi, maka semakin tinggi risiko kehamilan bertahun-tahun pasca melakukan steril.
Akan tetapi, bahwa hal tersebut sebetulnya jarang sekali terjadi pada seluruh wanita yang sudah melakukan KB steril.
Pada sebuah penelitian dikatakan dari 100 wanita yang menjalani steril, hanya 1 di antara mereka yang kemudian hamil bertahun-tahun setelah melakukan prosedur.
Jika Bunda ingin melakukan prosedur tersebut, lebih baiknya mengetahui hal positif dan negatifnya dari KB steril.
2 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan KB Steril

Sebelum Bunda melakukan prosedur tersebut, lebih baik mengetahui lebih dalam tentang KB steril. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan Bunda dan Ayah sebelum melakukan KB steril:
1. Sisi Positif
Dari sisi positif KB ini bisa dikatakan efektif dan juga permanen dalam mencegah kehamilan.
Prosedur ini juga tidak akan mempengaruhi hormon Bunda, siklus menstruasi dan hasrat bercinta pun tidak akan terpengaruh akibat KB itu.
Bunda juga bisa lebih rileks dan leluasa saat berhubungan seksual lantaran tidak perlu takut akan terjadinya kehamilan.
2. Sisi Negatif
KB steril memang paling efektif dalam mencegah kehamilan, akan tetapi kesempatan untuk hamil tetap ada walau jarang terjadi.
Kehamilan dapat terjadi ketika Bunda ternyata sedang hamil saat prosedur dilakukan atau bila pemasangan implan tidak dilakukan dengan baik.
Jika kehamilan terjadi, risiko Bunda untuk mengalami kehamilan ektopik akan lebih tinggi.***