Kemungkinan juga pemicu kembalinya kasus tersebut di Indonesia lantaran cakupan vaksinasi yang rendah akibat pandemi Covid-19.
Selama beberapa tahun terakhir, jumlah anak yang divaksinasi dasar lengkap menurun drastis.
Akibatnya, kekebalan kelompok atau herd immunity menurun, salah satunya mungkin akibat dampak pandemi dan pasca pandemi ini belum lagi recovery.
Ketika sang buah hati terinfeksi virus tersebut yang liar, virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di dalam saluran pencernaan.
Melakukan program BIAN sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit tersebut, program ini bertujuan untuk melakukan ‘catch up’.
Dengan memastikan bahwa anak-anak yang sebelumnya tidak mendapatkan vaksinasi atau terlambat mendapatkannya segera diimunisasi.
Hal ini dilakukan untuk menutup kesenjangan kekebalan yang mungkin muncul akibat penurunan imunisasi selama pandemi Covid-19.
Untuk memastikan cakupan imunisasi yang merata di seluruh wilayah Indonesia, program BIAN diimplementasikan secara bertahap.
Dimulai dari pulau-pulau terluar dan selanjutnya menyusul pulau-pulau besar seperti Sumatra, Jawa, dan Bali.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada daerah yang terabaikan dalam upaya pencegahan penyakit polio.
Memberantas Polio
Dikutip dari situs Unicef, penyakit ini sangat mematikan yang pernah menjadi penyebab utama kelumpuhan pada anak-anak di seluruh dunia.
Sejak tahun 1988, jumlah anak yang terkena penyakit tersebut telah berkurang sebesar 99 persen.
Untuk menghilangkannya secara menyeluruh, setiap anak di setiap rumah tangga harus mendapatkan vaksinasi. Namun ribuan anak masih belum mendapatkan vaksin.