4 Tips Sukses Menerapkan Frugal Living

Bunda dan Ayah mungkin saat ini masih belum menggunakan gaya hidup hemat tersebut dalam kehidupannya.
Maka dari itu, mulai saat ini bisa mengikuti gaya hidup frugal living agar bisa menjadi seorang jutawan di kemudian hari.
Simak beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengikuti gaya hidup tersebut, sebagai berikut:
1. Membuat Anggaran Berbasis Nilai
Tips pertama yang biasa diterapkan oleh para miliarder yang telah melakukan gaya hidup tersebut adalah membuat anggaran berbasis nilai.
Hal ini disebutkan dalam buku ‘Your Money or Your Life‘, yang dianggap sebagai salah satu buku terbaik, untuk memberi pencerahan terhadap pengelolaan keuangan pribadi.
Tujuan dari buku ini tidak lain adalah untuk membantu setiap pembacanya mendapatkan hasil maksimal dari setiap uang yang dibelanjakan.
Prosesnya bisa dimulai dengan menghitung energi yang telah dihabiskan untuk menghasilkan uang.
Hal ini berkaitan dengan upah per jam yang telah diterima. Dengan begitu akan terlihat bahwa yang dihabiskan untuk menghasilkan uang harus benar-benar dibelanjakan untuk hal yang bernilai.
Ada tiga pertanyaan yang sejatinya melekat di benak orang-orang yang menerapkan gaya hidup frugal living. Di antaranya adalah:
- Apakah sesuatu yang didapat dari uang yang sudah dibelanjakan dapat memberi kepuasan, pemenuhan dan nilai sebanding dengan energi yang dihabiskan untuk mendapatkannya?
- Apakah energi yang sudah dikeluarkan sejalan dengan nilai dan tujuan hidup?
- Bagaimana pengeluaran bisa berubah jika tidak harus bekerja mencari nafkah?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut pada dasarnya akan memperjelas dan mengintegrasikan penghasilan, pengeluaran, nilai-nilai tujuan hidup dan rasa kepuasan yang akan didapatkan.
2. Membuat Pengeluaran Berdasarkan Prioritas
Tips yang kedua adalah membuat pengeluaran berdasarkan prioritas, pada dasarnya hal ini penting dilakukan karena tingkat kepentingan untuk setiap kebutuhan dalam hidup tentu berbeda.
Meskipun ini terdengar mudah, pada praktiknya tidak jarang sering melesat.
Oleh sebab itu, Bunda atau Ayah yang ingin menerapkan harus pandai-pandai dalam mengatur prioritas dan menemukan cara terbaik untuk merelasikannya.
Misalkan seperti membuat budgeting dan memilah-milah peruntukan uang masing-masing kategori ataupun yang lainnya.