4 Tips Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah

Sebelum menghadapi anak yang mogok berangkat sekolah, Bunda dan Ayah juga dapat melakukan upaya pencegahan.
Upaya pencegahan ini dilakukan dengan mempersiapkan anak agar benar-benar siap dan antusias untuk pergi ke sekolah.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat si Kecil memiliki ketertarikan untuk bersekolah.
1. Memberi Contoh Cara Berkenalan
Anak-anak memiliki karakter peniru yang baik, agar si Kecil mampu bersosialisasi dengan teman-temannya yang lain, orang tua bisa mencontohkannya melalui berkenalan dengan orang tua lain.
Selain itu, orang tua juga dapat mengajarkan anak cara berkenalan atau memperkenalkan diri dengan sopan.
Sehingga, mereka mempunyai bekal mencari teman baru di sekolah.
2. Mengajak Mempersiapkan Peralatan Bersama-sama
Anak-anak biasanya lebih semangat apabila dilibatkan mempersiapkan peralatan sekolahnya bersama-sama.
Sehingga, orang tua bisa mengajak si Kecil untuk membeli peralatan sekolahnya.
3. Siapkan Bekal Favoritnya
Makan siang dan bekal adalah hal yang paling disukai anak saat di sekolahnya, oleh sebab itu Bunda dapat membawakan si Kecil bekal makanan dan minuman favoritnya.
Hal tersebut bertujuan agar si kecil lebih bersemangat untuk bersekolah.
Meski begitu, usahakan agar bekal yang dibawa mudah dimakan dan berada di tempat yang aman dari tumpah agar anak tidak kerepotan saat membawa bekal ke sekolah.
4. Berikan Apresiasi
Ketika anak sudah menjalani hari pertamanya dengan lancar, orang tua perlu memberikannya apresiasi atas usahanya.
Sehingga, si Kecil akan merasa dihargai dan semangat untuk pergi ke sekolah pada hari-hari selanjutnya.
Tanyakan juga bagaimana pengalaman hari pertamanya, hal ini penting untuk mengetahui apa saja yang telah dialami sang buah hati.
Ini juga dapat melihat tingkat kesiapan si Kecil untuk bersekolah. Bunda dan Ayah dapat melihat apakah anak antusias atau sebaliknya ketika menceritakan pengalamannya di sekolah.
Jangan sampai si Kecil stres dalam beradaptasi dengan kehidupan baru di sekolah, karena ini tidak baik untuk kesehatan mental anak yang juga dapat berimbas pada tumbuh kembangnya.***