2. Pemberian Serum Antirabies (SAR)
Pemberian SAR juga sangat diperlukan jika anak-anak atau orang dewasa terkena gigitan anjing yang terinfeksi rabies.
Hal ini merupakan imunisasi pasif yang bertujuan untuk segera memberikan neutralizing antibodies sebelum sistem imun menghasilkan antibodi.
Diketahui manusia akan menghasilkan sistem antibodi sendiri yang terjadi saat 7-14 hari setelah diberikan VAR.
Sedangkan SAR hanya diberikan sekali pada awal vaknisasi, jika tidak diberikan pada awal masih dapat diberikan sampai hari ke-7 sejak vaksinasi awal.
Setelah hari ke-7 merupakan kontraindikasi SAR lantaran telah terjadi respon imun aktif terhadap VAR.
Suntikan SAR sangat diperlukan apabila luka gigitan yang terpaksa dijahit oleh dokter.
3. Pemberian Pre Exposure Vaccination Vaksin atau Vaksin Antirabies (VAR)
Dalam proses penanganan, misalnya untuk luka dengan risiko yang rendah atau tidak berbahaya seperti jilatan pada kulit, luka, garukan atau lecet.
Bahkan sampai luka kecil di sekitar tangan, badan, dan kaki, cukup hanya diberikan VAR saja.
Badan PBB yang bergerak di bidang kesehatan WHO merekomendasikan agar VAR diberikan sebanyak tiga kali dengan dosis penuh pada hari ke-0, ke-7, dan ke-21.
Pemberian VAR bisa dilakukan secara intramuskular di daerah deltoid pada orang dewasa dan anterolaterial paha pada anak-anak.
Di Indonesia, pedoman pemberian VAR yakni hanya sebanyak dua kali vaksinasi dasar pada hari ke-0 dan ke-28. Kemudian VAR ulangan 1 tahun setelah pemberian pertama dan ulangan selanjutnya tiap 3 tahun.
Dengan adanya kasus ini maka para pemilik binatang peliharaan untuk lebih waspada dan juga tidak lupa untuk memberikan vaksin rabies untuk semua binatang peliharaannya yang memiliki kemungkinan terserang virus ini.***