Walaupun akan ada fase anak sulit untuk dihadapi dan diajak berkomunikasi, Anda perlu mengerti karena memang ini adalah masa-masa anak bertumbuh.
Berikut ada beberapa cara mendidik anak remaja, yang bisa Bunda dan Ayah praktekan di rumah, di antaranya:
1. Sepakati Aturan Penting
Menyepakati aturan penting merupakan hal yang perlu dilakukan antara anak dan orangtua. Saat remaja, Bunda tak lagi bisa mengaturnya dengan mudah.
Bahkan anak terkadang lebih suka menghabiskan waktu bersama teman-temannya di luar ketimbang di rumah.
Bunda perlu membuat berbagai kesepakatan penting. Misalnya pulang tidak boleh lewat dari jam 9 malam atau tidak boleh merokok dan minum alkohol.
Usahakan untuk membuat kesepakatan bersama sebagai cara mendidik anak remaja.
Ketika anak menyepakatinya dan dilibatkan dalam diskusi, dirinya akan memiliki tanggung jawab dan tidak merasa terpaksa dalam menaatinya.
Kuncinya adalah memberi pengertian kenapa aturan tersebut diterapkan, jadi jangan cuma melarang dan memarahi, tapi perlakukan anak layaknya orang dewasa yang bisa diajak diskusi.
2. Jadi Teladan yang Baik
Merupakan hal yang wajar saat orangtua memiliki harapan untuk anak-anaknya. Oleh karena itu, beri tahu dan beri contoh nyata mengenai harapan Bunda padanya.
Misalnya berharap anak berperilaku baik dan selalu menolong orang, belajar dengan giat, dan sederet harapan lainnya.
Sebagai orangtua juga harus bisa mencontohkan sikap-sikap tersebut sebagai bukti bahwa Bunda tak hanya mengajarkan tetapi juga mempraktikkan.
Meski ia mungkin merasa banyak dituntut pada awalnya, lama-lama anak akan mengerti bahwa ingin semua yang terbaik bagi anaknya.
Dengan begitu, anak jadi bisa lebih memilah mana sikap yang sebaiknya dilakukan dan mana yang tidak.
3. Menjadi Pendengar yang Baik
Pada usia remaja biasanya anak mulai mengalami berbagai gejolak dalam dirinya, dari masalah pubertas hingga pergaulannya.
Ada banyak hal yang mungkin ingin disampaikannya untuk sekedar bertanya atau mengutarakan berbagai kegelisahan dan pertanyaan yang muncul dalam pikirannya.
Maka dari itu Bunda dan Ayah wajib menjadi pendengar yang baik, jangan sampai anak keliru dan mencari pelampiasan pada hal yang salah.***