Reading: Ibu di Indonesia Banyak yang Berhenti Memberikan ASI Lebih Dini, 45 Persen Dipicu Karena Bekerja

Ibu di Indonesia Banyak yang Berhenti Memberikan ASI Lebih Dini, 45 Persen Dipicu Karena Bekerja

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
Ibu di Indonesia Banyak yang Berhenti Memberikan ASI Lebih Dini, 45 Persen Dipicu Karena Bekerja

3 Cara Mudah Agar Tetap Bisa Memberikan ASI Saat Bekerja

Sebenarnya, agar bisa memberikan ASI meskipun sibuk bekerja, Bunda hanya cukup belajar dan selalu mempersiapkan semuanya dengan baik.

Dari situlah Bunda bisa tetap bekerja meskipun harus selalu memenuhi kebutuhan ASI untuk si Kecil.

Berikut adalah 3 tips untuk ibu bekerja agar tetap bisa memberikan sang buah hati ASI eksklusif.

1. Rajin Memerah ASI

Selain membuat payudara tidak penuh, kegiatan memerah ini juga akan memudahkan Bunda dalam memberikan ASI saat tidak sedang di rumah.

Baca Juga  Tanda Bayi Cukup ASI: Kenali Sinyalnya dari Awal Bunda

ASI yang telah diperah dapat disimpan dalam pouch atau botol khusus ASI dan disimpan dalam freezer agar awet disimpan dalam beberapa waktu.

Sehingga si Kecil memiliki stok ASI yang cukup saat ditinggal bekerja. Pengasuh maupun kerabat yang diberikan tugas untuk mengasuh si Kecil dapat memberikannya sesuai kebutuhan.

Sekarang banyak cara lebih praktis yang bisa Bunda lakukan untuk memerah ASI setiap hari.

Bila memerah ASI dengan tangan sulit dilakukan, alat pumping ASI manual maupun elektrik dapat menjadi pilihan para ibu yang bekerja.

2. Latihan Memberikan ASI dari Botol

Caranya sangat mudah, lakukan dari dua minggu sebelum Bunda mulai kembali bekerja.

Cobalah biasakan si Kecil menyusu dari botol yang berisi ASI perahan di jam-jam saat Bunda sibuk.

Baca Juga  Cari Tahu Yuk Bunda! Benarkah Menyusui Bisa Sebabkan Gigi Bayi Rusak? Ini Faktanya

Jika latihan ini dilakukan dari jauh-jauh hari, bayi pun akan terbiasa dan tidak lagi terlalu ketergantungan dengan pemberian ASI secara langsung dari payudara atau biasa disebut direct breastfeeding (DBF).

Agar lebih memudahkan lagi, usahakanlah untuk membangun jadwal menyusui rutin sejak lahir.

3. Minta Dukungan dari Pihak Kantor

Memberikan ASI eksklusif di masa bekerja membutuhkan dukungan penuh dari pihak kantor.

Komunikasikan kepada pihak kantor jika Bunda setidaknya memerlukan ruang yang lebih private untuk memerah ASI setiap 3-4 jam sekali.

Selain itu, pastikan pula di kantor Bunda ada tempat menyimpan ASI sementara sebelum dibawa pulang.

Setiap kantor biasanya memiliki kulkas untuk menyimpan beberapa makanan untuk karyawan. Maka Bunda dapat memanfaatkannya untuk menyimpan ASI sementara sebelum dibawa pulang saat jam kantor usai.***

Baca Juga  Menjadi Ibu yang Tenang di Tengah Kekacauan: Rahasia Mindful Parenting
Share this Article
Reading: Ibu di Indonesia Banyak yang Berhenti Memberikan ASI Lebih Dini, 45 Persen Dipicu Karena Bekerja