1. Perdarahan Implantasi di Trimester Pertama Kehamilan
Perdarahan di trimester pertama terjadi pada 15-25 ibu hamil di antara 100 kehamilan. Perdarahan yang biasanya terjadi saat tiga bulan pertama kehamilan itu bisa terjadi karena implantasi.
Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil mungkin akan mengalami perdarahan akibat implantasi, yaitu ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim.
Namun, perlu diketahui bahwa perdarahan implantasi tidak akan menyebabkan keluarnya gumpalan darah. Gumpalan darah bisa terjadi jika perdarahan sudah berada di kategori berat.
2. Terjadi Keguguran
Keluarnya gumpalan darah saat hamil juga perlu diwaspadai karena dapat menjadi pertanda dari keguguran.
Mengutip dari Medical News Today, gumpalan dan jaringan yang keluar akibat keguguran akan terlihat seperti gumpalan menstruasi biasa atau lebih besar. Namun, ukuran gumpalan darah bisa beragam pada setiap ibu hamil.
Sebagai gambarannya, gumpalan darah akibat keguguran yang terjadi di usia kehamilan 8-10 minggu akan terlihat besar, berwarna merah tua, dan tampak kenyal layaknya agar-agar.
Biasanya, gumpalan darah tersebut sudah bersatu dengan jaringan, seperti plasenta, kantung kehamilan, atau embrio.
3. Kehamilan Ektopik
Selain akibat keguguran, penyebab terjadi keluarnya gumpalan darah saat hamil muda adalah karena kondisi yang dinamakan kehamilan ektopik alias hamil di luar rahim.
Kehamilan ektopik merupakan kondisi di mana janin tidak menempel pada rahim, melainkan pada tuba falopi.
Hal tersebut dapat membahayakan nyawa ibu hamil apabila tidak segera ditangani. Untuk mengatasinya, mau tidak mau kondisi ini mengharuskan janin dikeluarkan, baik lewat operasi atau obat-obatan.
Salah satu gejala kehamilan ektopik yang bisa dideteksi adalah mengalami sakit perut bagian bawah atau keluarnya cairan encer berwarna cokelat.