7 Tips Perawatan Tali Pusar Bayi

Biasanya tali pusar yang tertinggal di perut bayi akan lepas sekitar 10 hingga 14 hari setelah dilahirkan, tetapi bisa juga memakan waktu hingga 21 hari.
Berikut beberapa tips perawatan tali pusar bayi yang perlu diperhatikan seperti dilansir berbagai sumber:
1. Jaga agar Tetap Kering
Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tips perawatan tali pusar bayi yang paling penting yakni usahakan tetap kering.
Jaga agar tidak basah dan lembap, karena kondisi ini memicu pertumbuhan kuman yang menyebabkan infeksi.
2. Tidak Perlu Dibersihkan dengan Sabun
Saat lahir, tali pusar akan dipotong oleh dokter dan ujungnya akan dibersihkan dengan menggunakan alkohol swab kadar 70 persen.
Namun setelah di rumah, tali pusar tidak perlu dibersihkan oleh sabun ataupun cairan lainnya. Biarkan terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering.
3. Jangan Tertutup Popok
Saat memakaikan popok pada bayi, usahakan tali pusar tidak tertutup popok maupun lipatannya.
Tujuannya agar tidak terkena atau tercemar urine dan kotoran, serta untuk menghindari terjadinya infeksi.
4. Hindari Paparan Minyak atau Bedak
Saat memandikan bayi di rumah, usahakan tali pusar tidak basah.
Selain itu, hindari penggunaan minyak, bedak, atau jamu-jamuan, karena rentan membuat tali pusar dan area di sekitarnya jadi basah dan lembap.
5. Jangan Ditarik Paksa
Biarkan ujung tali pusar lepas dengan sendirinya. Hindari menarik paksa sampai lepas, terlebih menggunakan tangan yang kotor.
Hal ini sangat berisiko memicu infeksi dan masalah kesehatan lebih lanjut.