HALLOBUNDA.CO – Berbohong bisa jadi tanda bahwa anak sedang belajar mengenali konsekuensi. Yuk, hadapi dengan pendekatan lembut agar mereka tumbuh jadi pribadi jujur dan percaya diri.
Bunda, pernah nggak si kecil bilang, “Bukan aku yang jatuhin gelasnya,” padahal Bunda lihat sendiri kejadiannya? Atau tiba-tiba ia mengarang cerita saat ditanya sesuatu?
Tenang, Moms tidak sendiri. Anak yang berbohong bukan berarti anak yang nakal.
Faktanya, berbohong pada anak adalah bagian dari proses tumbuh kembang, terutama saat mereka mulai memahami perbedaan antara imajinasi, keinginan, dan kenyataan.
Yang terpenting bukan marah atau menghukum, tapi memahami alasan di balik kebohongan dan membantunya belajar berkata jujur.
Kenapa Anak Bisa Berbohong?
Ada beberapa alasan kenapa anak mulai belajar berbohong:
-
Takut dimarahi atau dihukum
-
Ingin menghindari rasa malu atau kecewa
-
Meniru orang dewasa di sekitarnya
-
Sedang berimajinasi atau bermain peran (umum pada usia balita)
-
Ingin mendapatkan perhatian atau sesuatu yang diinginkan
Memahami alasan ini membantu Bunda bereaksi dengan lebih bijaksana, bukan emosional.