Panduan Praktis Memenuhi Kebutuhan Anak Tanpa Bergantung pada Suplemen

Syafaria Hadyandari
15 Min Read
Vitamin anak dari makanan beragam
Vitamin anak dari makanan beragam

HALLOBUNDA.CO – Ketika anak tampak mudah lelah, sulit makan, atau sedang sering sakit, vitamin sering menjadi hal pertama yang terpikirkan. Rak apotek dan marketplace juga menawarkan banyak produk dengan klaim menjaga daya tahan tubuh, menambah nafsu makan, atau membantu tumbuh kembang. Namun, untuk sebagian besar anak sehat, pembicaraan tentang vitamin sebaiknya dimulai dari makanan sehari-hari, bukan dari botol suplemen.

Vitamin adalah zat gizi mikro: tubuh membutuhkannya dalam jumlah kecil, tetapi fungsinya penting untuk pertumbuhan, metabolisme energi, pembentukan jaringan, kesehatan mata dan tulang, pembekuan darah, serta kerja sistem imun. WHO menekankan bahwa pola makan yang sehat perlu memenuhi prinsip kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keragaman. Artinya, tidak ada satu makanan yang harus menjadi “superfood” setiap hari. Yang lebih penting adalah pola makan beragam sepanjang hari dan minggu.

Baca Juga  Bisa Menjaga Daya Tahan Tubuh, Begini 6 Manfaat Daun Katuk Bagi si Kecil

Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan melalui konsep Isi Piringku bahwa tidak ada satu bahan makanan yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, sumber karbohidrat, lauk berprotein, sayur, buah, dan makanan lain perlu divariasikan. Bagi orang tua, prinsip ini lebih praktis daripada mencoba menghafal semua angka vitamin satu per satu.

Apa yang dimaksud vitamin harian dari makanan?

“Vitamin harian dari makanan” bukan berarti anak harus mengonsumsi semua jenis vitamin dalam jumlah persis pada setiap kali makan. Kebutuhan gizi dilihat sebagai pola. Hari ini anak mungkin makan telur dan pepaya; besok ada ikan, sayur hijau, tempe, dan jeruk. Keragaman inilah yang membantu memperluas spektrum vitamin dan mineral.

Baca Juga  Stop Berikan si Kecil Minum Teh Tiap Pagi! Begini 7 Bahayanya yang Sering Disepelekan

Ada 13 vitamin yang dikenal penting bagi tubuh: vitamin A, delapan vitamin B, vitamin C, D, E, dan K. Sebagian larut dalam air, seperti vitamin B dan C, sedangkan A, D, E, dan K larut dalam lemak. Perbedaan ini memengaruhi cara tubuh menyerap, menyimpan, dan membuang kelebihannya. Karena vitamin larut lemak dapat tersimpan, pemberian suplemen dosis tinggi tanpa indikasi tidak selalu aman.

Pendekatan food-first juga memberi manfaat lain. Saat anak mendapatkan vitamin dari buah, sayur, telur, ikan, susu, tempe, kacang, atau biji-bijian, ia sekaligus memperoleh protein, serat, lemak sehat, mineral, dan senyawa bioaktif lain. Inilah alasan makanan beragam tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh multivitamin.

Baca Juga  Mengintip Metode BLW yang Dipilih Nikita Willy untuk MPASI Baby Issa, Amankah?
Share this Article
Reading: Panduan Praktis Memenuhi Kebutuhan Anak Tanpa Bergantung pada Suplemen