Cara Memenuhi Kebutuhan Anak Tanpa Bergantung pada Suplemen

Syafaria Hadyandari
14 Min Read
Makanan sumber vitamin harian untuk anak
Makanan sumber vitamin harian untuk anak

HALLOBUNDA.CO – Bunda mungkin pernah melihat rak vitamin anak dengan klaim yang terdengar meyakinkan: membantu daya tahan tubuh, nafsu makan, pertumbuhan, sampai konsentrasi. Di sisi lain, menyiapkan makanan beragam setiap hari memang tidak selalu mudah. Anak bisa sedang pilih-pilih makanan, jadwal keluarga padat, atau menu yang disukai terasa itu-itu saja. Wajar jika muncul pertanyaan: apakah anak perlu multivitamin setiap hari?

Jawaban praktisnya bukan sekadar “ya” atau “tidak”. Pada anak sehat yang makanannya cukup beragam, kebutuhan vitamin dan mineral pada umumnya diupayakan melalui makanan sehari-hari. WHO menempatkan kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman sebagai prinsip dasar pola makan sehat. American Academy of Pediatrics juga menyatakan bahwa sebagian besar anak sehat dengan pola makan seimbang tidak memerlukan tambahan multivitamin rutin. Namun, kebutuhan setiap anak bisa berbeda karena usia, pola makan, kondisi medis, hasil pemeriksaan, dan faktor risiko tertentu.

Baca Juga  Jangan Berikan Popcorn pada Balita! Ini Bahayanya

Mengapa vitamin dari makanan tetap menjadi fondasi?

Makanan tidak membawa satu zat gizi saja. Sepotong telur, misalnya, bukan sekadar sumber satu vitamin; ia juga membawa protein, lemak, mineral, dan komponen pangan lain. Buah tidak hanya menyediakan vitamin C, tetapi juga air, serat, dan berbagai senyawa alami. Karena itu, pola makan beragam memberi “paket” zat gizi yang lebih luas daripada mengejar satu nutrien secara terpisah.

UNICEF menekankan bahwa makanan bergizi untuk anak mencakup sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, serealia utuh, produk susu, telur, unggas, ikan, dan pangan lain yang sesuai budaya serta ketersediaan keluarga. Tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan gizi anak. Yang lebih penting adalah kombinasi dan variasinya dalam jumlah yang sesuai.

Baca Juga  Punya Kebiasaan Unik, Yura Yunita Suka Ngemil Kencur Sebelum Manggung, Ini 6 Manfaatnya

Pendekatan food-first juga membantu anak membangun kebiasaan makan. Ketika anak berulang kali melihat warna, tekstur, aroma, dan jenis pangan berbeda di meja makan, ia mendapat kesempatan untuk mengenal makanan tanpa harus langsung menyukainya. Bagi anak yang sedang selektif, paparan kecil tetapi konsisten sering lebih realistis daripada memaksa satu porsi besar.

Share this Article
Reading: Cara Memenuhi Kebutuhan Anak Tanpa Bergantung pada Suplemen