Omega-3 untuk Anak: Kenali DHA, EPA, ALA, dan Sumber Makanannya

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
Orang tua menyiapkan makanan sumber omega-3 untuk anak
Orang tua menyiapkan makanan sumber omega-3 untuk anak

HALLOBUNDA.CO – Istilah DHA sering muncul pada susu, suplemen, hingga iklan makanan anak. Tidak heran jika Bunda kemudian bertanya: apakah DHA harus diberikan setiap hari? Apakah omega-3 dari flaxseed sama dengan DHA? Dan kalau anak sudah makan ikan, apakah masih membutuhkan minyak ikan?

Youtube Shorts Hallo Bunda tentang omega-3 mengangkat satu konsep penting: omega-3 bukan hanya DHA. Di dalam kelompok ini ada ALA, EPA, dan DHA. Ketiganya saling berkaitan, tetapi sumber makanan dan cara tubuh menggunakannya tidak persis sama. Memahami perbedaannya membantu Bunda mengambil keputusan yang lebih tenang dan tidak sekadar mengikuti klaim pada kemasan.

Baca Juga  Resmi! Program Makan Bergizi Gratis Telah Dimulai, Tersebar di 26 Provinsi

Apa Itu Omega-3 dan Mengapa Dibutuhkan Anak?

Omega-3 merupakan kelompok asam lemak tak jenuh ganda. Tubuh menggunakan lemak untuk berbagai fungsi, termasuk membentuk membran sel. DHA banyak ditemukan pada jaringan saraf dan retina, sehingga sering dibahas dalam konteks perkembangan otak dan penglihatan. EPA juga merupakan omega-3 rantai panjang, sedangkan ALA adalah omega-3 esensial yang harus diperoleh dari makanan.

Penting untuk menempatkan omega-3 dalam konteks pola makan secara keseluruhan. Perkembangan anak tidak ditentukan oleh satu nutrisi. Protein, zat besi, yodium, kolin, vitamin, mineral, energi yang cukup, tidur, aktivitas fisik, stimulasi, dan kesehatan umum juga berperan. Karena itu, tujuan realistisnya bukan mencari “nutrisi paling pintar”, melainkan membangun pola makan yang beragam.

Baca Juga  Usia Berapakah Bayi Boleh Makan Pedas? Yuk Bunda Simak Lebih Lanjut!

DHA, EPA, dan ALA: Apa Bedanya?

ALA atau alpha-linolenic acid terutama terdapat pada bahan nabati seperti flaxseed, chia seed, walnut, serta beberapa minyak nabati. ALA disebut esensial karena tubuh manusia tidak dapat membuatnya sendiri dalam jumlah yang diperlukan sehingga harus diperoleh dari makanan.

EPA atau eicosapentaenoic acid dan DHA atau docosahexaenoic acid banyak ditemukan pada ikan dan seafood, terutama ikan berlemak. Tubuh memang dapat mengubah sebagian ALA menjadi EPA lalu DHA, tetapi prosesnya terbatas. NIH Office of Dietary Supplements menjelaskan bahwa konversi ALA menjadi EPA dan kemudian DHA sangat kecil; sumber langsung EPA dan DHA karena itu tetap relevan dalam pola makan.

Baca Juga  Waspada! 12 Siswa SD di Takalar Diduga Keracunan Makanan Gratis, Apa Penyebabnya?

Artinya, flaxseed tetap makanan bergizi dan dapat menjadi salah satu sumber ALA, tetapi tidak tepat menganggap satu sendok flaxseed selalu setara dengan porsi ikan yang menyediakan EPA dan DHA secara langsung.

Share this Article
Reading: Omega-3 untuk Anak: Kenali DHA, EPA, ALA, dan Sumber Makanannya