Anak Mudah Bosan? 6 Cara Melatih Daya Tahan Fokus Tanpa Memaksa

Syafaria Hadyandari
5 Min Read
Anak menyelesaikan puzzle sederhana untuk melatih daya tahan fokus dengan pendampingan orang tua.
Anak menyelesaikan puzzle sederhana untuk melatih daya tahan fokus dengan pendampingan orang tua.

HALLOBUNDA.COBaru beberapa menit menyusun puzzle, si Kecil sudah ingin menggambar. Belum selesai menggambar, ia berpindah lagi ke mainan lain. Situasi seperti ini dapat membuat Bunda bertanya, “Kenapa anak mudah bosan?” Namun, cepat berpindah aktivitas tidak selalu berarti anak malas. Minat, tingkat kesulitan, kondisi tubuh, distraksi, dan kemampuan mengatur perhatian sama-sama dapat memengaruhi berapa lama anak bertahan pada sebuah kegiatan.

Center on the Developing Child at Harvard University menjelaskan bahwa fungsi eksekutif dan regulasi diri – termasuk kemampuan memusatkan perhatian, mengingat informasi, serta mengendalikan respons – berkembang melalui interaksi dan latihan. Karena itu, tujuan latihan bukan memaksa anak duduk diam selama mungkin, melainkan membantu ia bertahan sedikit lebih lama dan kembali ke tugas ketika perhatian teralihkan.

Baca Juga  Pagi Lebih Terarah: 5 Micro-Habit untuk Membantu Anak Menjaga Fokus Sebelum Sekolah

Mengapa Anak Mudah Bosan dan Kehilangan Fokus?

Sebelum menambah durasi belajar, lihat dulu penyebabnya. Aktivitas mungkin terlalu mudah sehingga tidak menantang, terlalu sulit sehingga membuat frustrasi, berlangsung terlalu lama, atau dikerjakan ketika anak lapar dan lelah. Lingkungan yang penuh suara, mainan, atau layar juga dapat merebut perhatian. Mengubah kondisi sering kali lebih berguna daripada terus mengingatkan, “Ayo fokus.”

6 Cara Melatih Daya Tahan Fokus Anak

1. Mulai dari durasi yang memang bisa diselesaikan

Amati berapa lama anak biasanya bertahan nyaman. Mulailah dari durasi realistis, lalu tambah sedikit demi sedikit setelah anak mampu menyelesaikannya. Hindari menetapkan angka yang sama untuk semua anak.

Baca Juga  Tips Parenting untuk Orang Tua Bekerja: Tetap Dekat Meski Waktu Terbatas

2. Tetapkan satu target kecil dan jelas

Alih-alih meminta “selesaikan semuanya”, buat tujuan seperti menyusun lima keping puzzle, membaca dua halaman, atau mewarnai satu bagian. Target kecil memberi pengalaman menyelesaikan tugas.

3. Kurangi distraksi yang tidak diperlukan

Saat latihan fokus, sisakan alat yang benar-benar digunakan. Matikan televisi dan jauhkan benda yang mudah mengalihkan perhatian. Lingkungan sederhana membantu anak memilih apa yang perlu diperhatikan.

Share this Article
Reading: Anak Mudah Bosan? 6 Cara Melatih Daya Tahan Fokus Tanpa Memaksa