HALLOBUNDA.CO – Ada banyak momen sehari-hari yang sebenarnya bisa menjadi latihan berpikir: memisahkan kaus kaki, mengelompokkan balok, atau menaruh tutup botol berdasarkan warna. Dalam aktivitas sorting warna dan bentuk anak, si Kecil tidak sekadar memindahkan benda. Ia mengamati ciri, membandingkan, memilih aturan, lalu menentukan kelompok yang sesuai.
Kemampuan mengklasifikasikan merupakan bagian dari keterampilan kognitif dan konsep pra-matematika awal. Penelitian pada anak usia dini menunjukkan bahwa aktivitas manipulatif yang melibatkan warna dan bentuk dapat mendukung kemampuan klasifikasi. Namun, permainan ini bukan tes kecerdasan dan tidak perlu dibuat seperti ujian.
Mengapa Sorting Warna dan Bentuk Baik untuk Kognitif?
Saat anak memilih apakah sebuah benda masuk kelompok merah, biru, lingkaran, atau segitiga, ia belajar memperhatikan atribut yang relevan. Proses ini melibatkan observasi, perbandingan, pengambilan keputusan, dan fleksibilitas ketika aturan permainan berubah. Aktivitas konkret juga memberi kesempatan anak belajar melalui benda yang dapat disentuh dan dipindahkan.
Cara Memulai Aktivitas Sorting di Rumah
1. Mulai dari satu ciri yang kontras
Siapkan 6-10 benda berukuran aman, misalnya balok besar atau kartu tebal. Minta anak memisahkan dua warna yang jelas berbeda. Gunakan kalimat singkat seperti, “Yang merah di sini, yang biru di sana.”
2. Beralih ke bentuk
Setelah anak memahami aturan warna, coba lingkaran dan segitiga atau bentuk lain yang sudah dikenalnya. Tidak perlu buru-buru mengoreksi. Tanyakan, “Menurutmu, ini masuk kelompok mana?”
3. Ganti aturan di tengah permainan
Benda yang tadi dipilah berdasarkan warna dapat dipilah ulang berdasarkan bentuk. Perubahan aturan membuat permainan lebih menantang dan mengajak anak melihat bahwa satu benda memiliki lebih dari satu ciri.