HALLOBUNDA.CO – Istilah “oromotor” sering muncul ketika orang tua membicarakan kemampuan anak makan, mengunyah, menelan, menggerakkan bibir dan lidah, atau mulai menghasilkan berbagai bunyi. Tidak heran jika banyak Bunda kemudian mencari latihan sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Namun, stimulasi oromotor sebaiknya tidak dipahami sebagai rangkaian gerakan mulut yang harus diulang sebanyak mungkin.
Gerakan bibir, lidah, rahang, pipi, serta koordinasi napas memang berperan dalam berbagai fungsi oral. Akan tetapi, fungsi makan dan bicara adalah keterampilan kompleks. Keduanya melibatkan sensori, motorik, koordinasi, pengalaman, perhatian, serta sistem saraf. Karena itu, aktivitas di rumah paling masuk akal ketika terhubung dengan fungsi yang benar-benar digunakan anak: makan sesuai kemampuan, minum, meniru bunyi, membuat ekspresi, dan berinteraksi.
Apa Itu Oromotor?
Oromotor atau oral motor merujuk pada gerakan dan koordinasi struktur di area mulut, termasuk rahang, bibir, lidah, pipi, dan langit-langit lunak, dalam menjalankan fungsi seperti makan, minum, menelan, mengelola air liur, dan menghasilkan suara. Pada kehidupan sehari-hari, anak tidak menggunakan satu otot secara terpisah. Ia mengoordinasikan banyak bagian tubuh dalam satu aktivitas yang memiliki tujuan.
Contohnya saat mengunyah makanan: anak perlu menerima tekstur, memindahkan makanan di dalam mulut, menyesuaikan gerak rahang dan lidah, lalu menelan dengan aman. Saat berbicara, anak harus mengatur aliran udara dan mengoordinasikan gerakan artikulator secara sangat cepat. Inilah alasan aktivitas yang terlihat mirip belum tentu melatih keterampilan yang sama.
Apakah Meniup dan Menjulurkan Lidah Bisa Membuat Anak Lebih Cepat Bicara?
Ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul. Meniup gelembung, membuat wajah lucu, atau menjulurkan lidah boleh menjadi permainan jika anak menikmatinya dan aktivitas tersebut aman. Namun, orang tua perlu berhati-hati dengan klaim bahwa latihan non-bicara otomatis memperbaiki artikulasi atau membuat anak lebih cepat berbicara. Bicara memerlukan pola gerakan yang spesifik untuk menghasilkan bunyi bahasa, bukan sekadar “menguatkan” mulut.
Jika tujuan Bunda adalah mendukung bahasa dan bicara, aktivitas yang lebih relevan adalah interaksi responsif: meniru bunyi yang dibuat anak, memberi model kata sederhana, memperluas ucapan anak, bernyanyi, membaca bersama, dan memberi kesempatan bergantian. Bila ada masalah artikulasi atau keterlambatan bicara yang menetap, penanganan sebaiknya mengikuti hasil asesmen tenaga profesional.