Stimulasi Motorik Kasar, Ternyata Juga Melatih Motorik Halus Anak: Ini Hubungannya

Syafaria Hadyandari
3 Min Read
Anak bermain aktivitas motorik kasar bersama orang tua untuk mendukung tumbuh kembang.
Anak bermain aktivitas motorik kasar bersama orang tua untuk mendukung tumbuh kembang.

HALLOBUNDA.CO – Ketika anak berlari, melompat, memanjat, atau bermain keseimbangan, banyak orang tua menganggap aktivitas tersebut hanya melatih kekuatan tubuh. Padahal, gerakan motorik kasar memiliki hubungan erat dengan perkembangan kemampuan motorik halus anak.

Perkembangan motorik anak tidak berjalan sendiri-sendiri. Kemampuan mengontrol tubuh, menjaga keseimbangan, dan memahami posisi tubuh menjadi dasar penting sebelum anak mampu melakukan gerakan kecil seperti menggambar, menulis, menggunakan alat makan, atau memasang kancing.

Mengapa Motorik Kasar Penting?

Motorik kasar adalah kemampuan menggunakan otot besar tubuh seperti tangan, kaki, dan otot inti untuk melakukan gerakan berjalan, berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan.

Aktivitas motorik kasar membantu anak mengenal kemampuan tubuhnya. Anak belajar mengatur koordinasi antara mata, tangan, kaki, dan otak untuk menghasilkan gerakan yang sesuai.

Baca Juga  7 Kebiasaan Pagi agar Anak Lebih Fokus dan Siap Belajar

Hubungan Motorik Kasar dengan Motorik Halus

Motorik halus adalah kemampuan menggunakan otot kecil terutama tangan dan jari untuk aktivitas yang membutuhkan ketelitian.

Contohnya:
– memegang pensil
– menyusun balok
– membuka tutup botol
– menggunting

Sebelum anak mampu mengontrol gerakan kecil, anak membutuhkan fondasi berupa postur tubuh dan stabilitas. Aktivitas seperti merangkak, memanjat, bermain bola, dan melompat membantu anak membangun koordinasi tubuh.

Share this Article
Reading: Stimulasi Motorik Kasar, Ternyata Juga Melatih Motorik Halus Anak: Ini Hubungannya