HALLOBUNDA.CO – Tidak semua orang tua punya waktu panjang untuk membuat sesi stimulasi khusus. Kabar baiknya, perkembangan bahasa justru dapat didukung melalui percakapan kecil yang berulang dalam keseharian. Sepuluh menit saat makan camilan, perjalanan pulang, bermain, atau menjelang mandi bisa menjadi ruang bagi anak untuk mendengar kata baru, menunggu giliran, menjawab, bertanya, dan menceritakan pengalamannya.
American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menganjurkan keluarga untuk berbicara tentang apa yang sedang dilakukan dan dilihat anak, mendengarkan serta merespons, bercerita, membaca, dan menggunakan pertanyaan yang membutuhkan jawaban lebih dari sekadar “ya” atau “tidak”. Pada usia 3 tahun, CDC juga memasukkan percakapan dengan setidaknya dua kali pertukaran bolak-balik sebagai salah satu milestone bahasa dan komunikasi yang dilakukan kebanyakan anak. Artinya, kualitas interaksi dua arah penting—bukan sekadar seberapa banyak orang tua berbicara.
Sebelum Mulai: Pilih Momen yang “Ringan”
Tidak perlu membuat meja belajar khusus. Pilih saat anak relatif tenang dan orang tua tidak sedang terburu-buru. Matikan distraksi yang tidak diperlukan, duduk dekat anak, lalu ikuti topik yang menarik baginya. Jika anak sedang fokus pada mobil-mobilan, misalnya, mulailah dari mobil itu daripada memaksanya membahas sekolah.
7 Teknik Ngobrol 10 Menit yang Bisa Dicoba Setiap Hari
1. Mulai dari apa yang sedang anak perhatikan
Komentari aktivitasnya dengan kalimat sederhana: “Mobil merahnya masuk garasi,” atau “Kamu bikin menara tinggi.” Cara ini memberi bahasa yang langsung terhubung dengan pengalaman anak. Setelah itu, berhenti sejenak agar anak punya kesempatan merespons.
2. Ganti pertanyaan tes dengan pertanyaan yang mengundang cerita
Pertanyaan seperti “Ini warna apa?” berguna dalam konteks tertentu, tetapi jika terlalu sering dapat terasa seperti kuis. Selipkan pertanyaan terbuka: “Bagian mana yang paling kamu suka?”, “Tadi apa yang bikin kamu ketawa?”, atau “Kalau mobil ini bisa pergi, kira-kira mau ke mana?” Sesuaikan tingkat pertanyaan dengan usia dan kemampuan bahasa anak.
3. Tunggu beberapa detik sebelum membantu
Orang dewasa sering tanpa sadar menjawab pertanyaannya sendiri karena anak belum langsung merespons. Cobalah memberi jeda. Tatap dengan ramah dan tunjukkan bahwa Bunda menunggu. Waktu pemrosesan setiap anak berbeda; jeda memberi ruang untuk menyusun kata, menunjuk, menggunakan gestur, atau mencoba kalimat.
4. Ulangi lalu tambahkan sedikit
Jika anak berkata, “Kucing tidur,” Bunda bisa merespons, “Iya, kucing putihnya tidur di sofa.” ASHA merekomendasikan mengulang apa yang dikatakan anak lalu menambahkan informasi. Teknik ini memberi contoh kalimat yang lebih kaya tanpa menuntut anak mengulang dengan sempurna.

Subscribe to my channel