
Apa yang Sebaiknya Bunda Amati Selain Jumlah Kata?
1. Cara anak menyampaikan keinginan
Perhatikan apakah anak menunjuk, membawa benda, menatap wajah Bunda, menggunakan gestur, bersuara, atau mencoba kata. Komunikasi nonverbal memberi gambaran tentang niat berkomunikasi dan dapat menjadi jembatan menuju penggunaan kata.
2. Kemampuan meniru bunyi, gerakan, dan kata
Saat bermain, lihat apakah anak tertarik meniru suara kendaraan, suara hewan, gerakan tangan, atau kata sederhana. Jangan menjadikan kegiatan ini sebagai tes. Tujuannya adalah melihat bagaimana anak belajar melalui interaksi.
3. Pertumbuhan kosakata dari waktu ke waktu
Alih-alih terpaku pada satu hari, amati apakah muncul kata baru secara bertahap. NIDCD memasukkan perolehan kata baru secara teratur sebagai bagian dari perkembangan komunikasi pada rentang 1–2 tahun.
4. Kemampuan menggabungkan kata sesuai tahap usia
Ketika kosakata bertambah, anak biasanya mulai mengombinasikan kata untuk menyampaikan maksud yang lebih spesifik, misalnya “mau susu” atau “mama sini”. Jika kemampuan ini belum muncul pada usia ketika seharusnya mulai berkembang, catat dan diskusikan saat pemeriksaan perkembangan.
5. Respons terhadap suara dan panggilan
Anak mungkin tampak memahami instruksi dalam situasi tertentu karena terbantu rutinitas, gestur, atau konteks. Karena itu, perhatikan juga apakah ia konsisten menoleh pada suara, merespons panggilan, dan memahami ucapan tanpa selalu membutuhkan petunjuk visual.
Cara Mendukung Bahasa Ekspresif Tanpa Mengubah Rumah Menjadi Ruang Terapi
Stimulasi terbaik untuk keseharian dapat dimulai dari interaksi yang responsif. ASHA menyarankan orang tua memberi perhatian dan merespons upaya komunikasi anak. Saat anak menunjuk pisang, misalnya, Bunda dapat mengatakan, “Mau pisang? Ini pisang.” Jika anak berkata “pisang”, perluas secara natural menjadi “mau pisang”. Anak mendapatkan model bahasa yang sedikit lebih maju tanpa harus dipaksa mengulang.
Gunakan kalimat pendek yang sesuai konteks, beri jeda setelah berbicara, dan ciptakan kesempatan anak meminta atau memilih. Saat membaca buku, jangan hanya bertanya “ini apa?” berulang kali. Komentari gambar, tirukan bunyi, tunggu respons, dan ikuti minat anak. Percakapan dua arah lebih penting daripada mengejar jumlah latihan.
Hindari meminta anak mengulang kata berkali-kali, membandingkannya dengan anak lain, atau menahan kebutuhan dasar sampai ia mau mengucapkan kata tertentu. Tekanan dapat mengurangi kenyamanan berkomunikasi. Respons terhadap gestur atau bunyi anak tetap penting sambil Bunda memberikan model kata yang relevan.