HALLOBUNDA.CO – “Anak usia dua tahun seharusnya sudah bisa bicara apa?” Pertanyaan seperti ini wajar muncul ketika Bunda melihat anak lain yang seusia tampak lebih banyak berbicara. Namun perkembangan komunikasi bukan sekadar menghitung jumlah kata. Cara anak merespons suara, memahami ucapan, menggunakan gestur, bergantian dalam percakapan, menggabungkan kata, hingga menceritakan pengalaman juga merupakan bagian penting yang perlu diamati.
Milestone komunikasi membantu orang tua mengetahui kemampuan yang umumnya muncul dalam rentang usia tertentu. ASHA menegaskan bahwa milestone bukan alat skrining atau diagnosis dan setiap anak dapat mencapai keterampilan lebih awal atau lebih lambat. Karena itu, checklist perkembangan bicara anak paling bermanfaat sebagai alat pemantauan: melihat pola kemajuan dari waktu ke waktu dan mengenali kapan ada alasan untuk berdiskusi dengan tenaga profesional.
Checklist Perkembangan Bicara Anak Berdasarkan Usia
0–12 bulan: komunikasi dimulai sebelum kata pertama
Pada tahun pertama, perhatikan respons terhadap suara, tatapan, senyum sosial, ocehan, serta gestur. Bayi biasanya berkembang dari membuat suara vokal menjadi rangkaian babbling. Menjelang akhir tahun pertama, banyak bayi mulai menunjuk, melambaikan tangan, menunjukkan benda, meniru bunyi, dan menggunakan kata bermakna awal seperti “mama” atau “dada”. Respons terhadap suara penting dipantau karena pendengaran berkaitan erat dengan perkembangan bicara dan bahasa.
13–18 bulan: memahami semakin banyak dan mulai memakai kata
Pada rentang ini, anak semakin mampu memahami bahasa sederhana. ASHA mencantumkan kemampuan seperti mencari benda ketika ditanya “di mana”, mengikuti instruksi sederhana, dan menggunakan kata untuk berkomunikasi. CDC juga mencantumkan bahwa pada 18 bulan banyak anak mencoba mengatakan tiga kata atau lebih selain “mama” atau “dada”. Gestur tetap penting; menunjuk untuk menunjukkan sesuatu yang menarik merupakan bagian dari komunikasi.
19–24 bulan: kosakata berkembang dan kata mulai digabung
Menjelang usia dua tahun, komunikasi biasanya menjadi lebih fleksibel. ASHA mencantumkan penggunaan dan pemahaman sedikitnya sekitar 50 kata pada rentang 19–24 bulan serta mulai menggabungkan dua kata atau lebih. CDC memasukkan penggunaan setidaknya dua kata bersama, misalnya “mau susu”, sebagai milestone bahasa usia dua tahun. Pengucapan belum harus sempurna; yang lebih penting adalah bertambahnya kemampuan menyampaikan maksud dan memahami orang lain.