
2–3 tahun: percakapan makin aktif
Pada usia ini, anak biasanya lebih sering menggunakan kombinasi kata untuk meminta, menjelaskan, atau menarik perhatian. Ia dapat menyebut namanya ketika ditanya dan mulai terlibat dalam percakapan bolak-balik. NIDCD mencantumkan penggunaan frasa dua atau tiga kata, penamaan benda untuk meminta atau mengarahkan perhatian, serta ucapan yang semakin dapat dipahami keluarga dan teman sebagai bagian dari perkembangan usia 2–3 tahun.
3–4 tahun: mulai bercerita dan menjawab pertanyaan
Kemampuan bahasa semakin kompleks. Anak dapat menjawab pertanyaan sederhana seperti siapa, apa, di mana, dan mengapa, berbicara tentang kegiatan, serta menggunakan kalimat yang lebih panjang. ASHA juga mencantumkan kemampuan menceritakan kembali cerita dari buku atau video dan memahami lebih banyak kata lokasi seperti “di dalam”, “di atas”, dan “di bawah”.
4–5 tahun: bahasa makin rinci dan terorganisasi
Menjelang usia sekolah, anak umumnya dapat mengikuti cerita pendek dan menjawab pertanyaan tentangnya, menggunakan kalimat yang lebih kompleks, serta menceritakan sesuatu dengan alur yang lebih terjaga. ASHA mencatat penggunaan kalimat yang lebih panjang dan kompleks serta unsur cerita seperti tokoh dan latar. NIDCD juga mencantumkan kemampuan berkomunikasi dengan mudah bersama anak lain dan orang dewasa sebagai salah satu kemampuan usia 4–5 tahun.
Bagaimana Jika Satu Kemampuan Belum Muncul?
Satu milestone yang belum muncul tidak otomatis berarti anak mengalami gangguan. ASHA menjelaskan bahwa keterampilan berkembang dalam rentang usia dan satu anak dapat berbeda dari anak lain. Namun, bila beberapa kemampuan dalam rentang usianya belum muncul, anak tidak memperoleh keterampilan baru, atau justru kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, sebaiknya diskusikan dengan dokter anak, audiolog, atau terapis wicara/speech-language pathologist.
Perhatikan pula pendengaran. NIDCD menjelaskan bahwa masalah pendengaran dapat menunda perkembangan suara, bicara, dan bahasa. Anak yang sering tidak merespons suara, tampak kesulitan memahami ucapan, atau perkembangan komunikasinya stagnan dapat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.