1. Mendengarkan Rasa Takut yang Dialami si Kecil
Sebagai orang tua, Bunda perlu menjadi pendengar yang baik untuk si Kecil, sebaiknya hindari untuk meremehkan rasa takutnya.
Dengan begitu, anak akan merasa dihargai dan didengarkan, hal ini juga dapat membantu dengan memberikan dukungan secara emosional untuk sang buah hati.
Selain itu, cobalah untuk mengajak anak berdiskusi mengenai perasaan takut yang mereka miliki.
Jadilah orang tua dengan perasaan empati terhadap anak sehingga tidak akan merasa sendiri dalam kondisi yang tidak menyenangkan baginya.
2. Mengantisipasi Masalah yang Muncul
Setelah beberapa kali menghadapi anak saat mengalami separation anxiety, cobalah untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul.
Sebagai contoh, di antara Bunda dan Ayah dengan siapa si Kecil lebih mudah untuk mengalami perpisahan.
Jika sang buah hati lebih susah berpisah dengan Bunda, mintalah Ayah untuk mengantarkannya ke sekolah.
Selain itu, anak akan lebih tenang jika orang tua yang hendak berpisah dengannya juga tenang.
Maka dari itu, hindari menangis atau terlihat sedih dan khawatir saat harus berpisah dengan sang buah hati.
3. Pergi ke Psikolog
Kondisi ini bisa diatasi dengan menjalani terapi di psikolog, terkadang terapi ini juga didampingi dengan penggunaan obat.
Tujuan dari terapi ini adalah mengurangi gejala yang muncul saat anak mengalami separation anxiety.
Tak hanya itu, orang tua yang mendampingi dalam proses terapi juga bisa belajar memberikan dukungan emosional pada sang buah hati.
Sekaligus mendorong anak agar bisa lebih mandiri sesuai dengan usianya.***